361 Spesies Tumbuhan Terancam Punah Berhasil Dikonservasi di 5 Kebun Raya BRIN

Loading

TechnologyIndonesia.id – Upaya penyelamatan keanekaragaman hayati Indonesia terus diperkuat. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat sebanyak 361 spesies tumbuhan berstatus terancam punah telah berhasil dikonservasi melalui 2.370 spesimen hidup yang tersebar di lima Kebun Raya BRIN.

Data tersebut merupakan hasil analisis koleksi ilmiah tumbuhan hidup hingga Desember 2025. Hal ini menunjukkan peran penting kebun raya sebagai benteng terakhir penyelamatan flora langka Indonesia, sekaligus menjadi dasar penyusunan strategi konservasi yang lebih efektif di masa mendatang.

Pelaksana Fungsi Pemrosesan Koleksi Ilmiah Hayati Hidup – KKI Kebun Raya Cibinong, Lutfi Rahmaningtyas mengatakan Indonesia merupakan negara megabiodiversitas dengan kekayaan flora yang luar biasa. Terdapat sekitar 30.466 spesies tumbuhan vaskular asli Indonesia, setara dengan 8,7 persen dari total flora vaskular dunia.

“Angka tersebut sangat signifikan, mengingat luas daratan Indonesia hanya mencakup 1,3 persen dari total luas daratan dunia,” kata Lutfi dalam kegiatan Talk About Scientific Collection ke-17, secara daring, Senin (20/7/2026).

Analisis dilakukan terhadap empat kategori spesies berdasarkan Daftar Merah IUCN, sistem penilaian internasional yang mengukur tingkat kepunahan suatu spesies.

Keempat kategori tersebut adalah Extinct in the Wild (punah di alam liar), Critically Endangered (kritis atau terancam punah sangat tinggi), Endangered (genting atau terancam punah tinggi), dan Vulnerable (rentan atau berisiko punah).

“Kategori Endangered dan Vulnerable mendominasi sekitar 88,4 persen dari seluruh spesies yang dianalisis, yang berarti sebagian besar spesies yang dikoleksi masih memiliki populasi di alam namun terus mengalami penurunan,” jelasnya.

Upaya Konservasi

Dari 361 spesies yang terancam punah, sebanyak 214 spesies atau sekitar 59,3 persen merupakan flora asli Indonesia dan 63 spesies diantaranya merupakan tumbuhan endemik.

“Spesies endemik menjadi tanggung jawab nasional karena hanya ditemukan di Indonesia. Jika tumbuhan ini punah di Indonesia, maka tumbuhan ini juga tidak ditemukan di bagian lain di seluruh dunia,” tegasnya.

Salah satu spesies yang berstatus Extinct in the Wild adalah mangga kasturi (Mangifera casturi), yang kini hanya terselamatkan melalui koleksi di kebun raya.

Lutfi mengungkapkan analisis juga menemukan sebanyak 260 dari 361 spesies hanya terdapat di satu kebun raya. Jika di lokasi kebun raya tersebut terjadi bencana atau terkena serangan penyakit tertentu, maka BRIN tidak memiliki koleksi cadangan.

Dari jumlah tersebut, terdapat 29 spesies berstatus Critically Endangered dan 111 spesies yang tergolong tunggal ganda kritis.

BRIN akan melakukan verifikasi kondisi koleksi di lapangan, mengaudit asal koleksi, mengevaluasi kemampuan perbanyakan, serta memperbanyak spesies terpilih sebagai koleksi cadangan di kebun raya lain.

Jaringan Konservasi Nasional

Lutfi menyampaikan bahwa lima Kebun Raya BRIN bersama 44 Kebun Raya Binaan perlu dipandang sebagai satu jaringan konservasi nasional yang saling melengkapi. Penguatan jaringan perlu disesuaikan dengan tiga wilayah fitogeografi Indonesia, yaitu Sunda Shelf, Wallacea, dan Sahul Shelf.

Efektivitas sistem kebun raya nasional bertumpu pada keseimbangan regional, spesialisasi, dan komplementaritas, bukan hanya menumpuk koleksi pada satu institusi besar.

Menurut Lutfi, tantangan utama konservasi tumbuhan terancam bukan sekadar membawa spesies masuk ke kebun raya, tetapi menjaga material tersebut tetap hidup, teridentifikasi valid, terlacak asal-usulnya, dan terintegrasi dalam jaringan koleksi nasional yang saling melengkapi. (Sumber: brin.go.id)

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu" Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *