IOPC-2014 Bahas Pengembangan Bioenergi dari Kelapa Sawit

 

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti Muhammad Hatta resmi membuka International Oil Palm Conference (IOPC) 2014 yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). Seminar IOPC yang kelima ini diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada 17 -19 Juni 2014 dengan tema “Green Palm Oil for Food Security and Renewble Energy.”

Menristek berharap dalam IOPC  kali ini dapat terjadi transaksi di antara perusahaan, membangun jaringan kerja sama, sharing penelitian dan pengembangan teknologi dari hulu hingga ke hilir.

IOPC 2014 mengangkat beberapa isu utama dan strategis, antara lain isu pengembangan minyak kelapa sawit menjadi bioenergi. Di tengah krisis energi yang melanda dunia saat ini, Indonesia mengambil langkah maju untuk mengembangkan teknologi minyak kelapa sawit menjadi bioenergi. “Pemerintah mendukung penuh pengembangan teknologi ini, karena dalam 10 – 20 tahun mendatang, energi yang bersumberkan dari fosil sudah habis,” ujar Menristek.

Menurut Ketua PPKS, Witjaksana Darmosarkoro, tujuan percepatan mengatasi krisis energi melalui industri kelapa sawit tidak akan berhasil apabila tidak didukung oleh semua stakeholder kelapa sawit. Karena itu, ia meminta dukungan dari Kemenristek, Kementerian Pertanian, serta Kementerian Perdagangan.

“Saat ini banyak permasalahan yang dihadapi dalam mengembangkan industri kelapa sawit. Karena itu, berbagai konsep dan teknologi terkini harus gencar diperkenalkan dalam rangka memeprcepat pemanfaatan energy terbarukan dari kelapa sawit,” ujarnya.

Saat ini, Indonesia adalah produsen CPO terbesar di dunia dengan perkebunan kelapa sawit yang terluas di dunia. Melalui IOPC-2014, seharusnya Indonesia bisa menjadi rujukan pengembangan kelapa sawit di dunia.

Agenda utama IOPC-2014 adalah konferensi internasional yang menghadirkan pakar dari daerah baru pengembang kelapa sawit yaitu dari Afrika, Amerika Latin, maupun Cina. Selain itu hadir pula para pakar kelapa sawit dari Malaysia, Perancis, dan Inggris. Para pakar tersebut akan membahas masalah agronomi dan bioteknologi, produk kelapa sawit, lingkungan, serta aspek sosial ekonomi. sumber humas Ristek

 

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014).
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author