Jakarta, Technology-Indonesia.com – Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) kedatangan produsen Kecap Jawa asal Malang, Dwi Prihartono bersama tim peliput acara “Jemput Rezeki” dari Stasiun Televisi Indosiar pada Kamis (20/5/2021). Mereka tertarik untuk melihat dan meliput secara langsung produksi kedelai hitam varietas Detam 1 yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan Kecap Jawa.
Tim peliput mengunjungi Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Balitkabi serta Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Kendalpayak untuk mengambil video prosesing benih, ruang penyimpanan benih, hingga pembudidayaan kedelai di lahan. Kegiatan peliputan ini dihadiri Kepala Balitkabi, Titik Sundari dan Subkoordinator Substansi Jasa Penelitian, Bambang Sri Koentjoro.
Ketertarikan tim peliput ke Balitkabi dikarenakan varietas kedelai hitam (Detam 1) yang digunakan Dwi Prihartono telah banyak menarik peminat Kecap Jawa dari komunitas-komunitas peduli benih lokal Indonesia. Dwi Prihartono merupakan salah satu pemilik UMKM yang tergabung dalam Koperasi Benih Lokal Indonesia.
Komunitas ini memiliki kurang lebih 130 anggota yang terdiri dari petani, pengusaha skala kecil hingga menengah, dan konsumen. Komunitas ini merupakan kelompok komunitas yang peduli akan kesehatan, dan juga khususnya terhadap pemanfaatan benih lokal untuk produk pangan.
Dwi Prihartono merupakan salah satu pemasok kecap di komunitas ini, yang berkomitmen menggunakan varietas Detam, inovasi Badan Penelitian dan Pengembanagn Pertanian (Balitbangtan), sebagai bahan bakunya. Menurut Dwi, varietas Detam 1 memiliki kandungan protein yang tinggi dan hasil warna kecap yang lebih gelap dibandingkan menggunakan kedelai lain.
Hingga saat ini kecap yang diproduksi berkisar antara 2.500-3.000 liter per bulan dan cukup untuk memenuhi permintaan anggota komunitas yang umumnya berdomisili di Jakarta. Dwi berharap dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan dan nilai fungsional kedelai khususnya Detam 1, sehingg makin banyak produsen dan petani yang memilih menggunakan bahan baku maupun benih Detam 1 dalam kegiatan produksi maupun pembudidayaan.
Protein Tinggi
Kecap dari kedelai hitam tidak hanya memiliki kandungan protein tinggi, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan karena kandungan pigmen hitam yang terdapat pada kulit biji, dan berpotensi sebagai sumber antosianin yang baik karena didominasi oleh kandungan cyanidin-3-glukosida dan delphinidin-3-glukosida.
Untuk memperkuat penyediaan kedelai hitam, pada 2008, Balitbangtan melepas varietas Detam 1 dan Detam 2. Detam 1 memiliki potensi hasil hingga 3,45 ton/ha, ukuran biji besar (14,84 g/100 biji) dan kandungan proteinnya sangat tinggi (45,36% bk). Detam 1 menjadi varietas kedelai hitam pertama berukuran biji besar dan menjadi varietas kedelai berkandungan protein tertinggi.
Detam 2 memiliki ukuran biji sedang, kandungan protein mencapai 45,58% bk, dan menjadi varietas kedelai hitam dengan kandungan protein sangat tinggi, sekaligus galur bersangkutan agak tahan kekeringan. Semakin tinggi protein biji kedelai, kadar protein kecap yang dihasilkan juga semakin tinggi. (Sumber Balitkabi)
Produsen Kecap Jawa Yakin Detam 1 Pilihan Terbaik
