Jakarta, Technology-Indonesia.com – Sistem reproduksi pada sapi potong betina memegang peranan penting dalam perkembangan peternakan di Indonesia. Sapi yang sehat dan mempunyai sistem reproduksi yang bagus akan melahirkan pedet/anak setiap tahunnya.
Peneliti di Loka Penelitian Sapi Potong (Lolit Sapi) Lukman Affandy menyampaikan hal tersebut dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Peningkatan Fertilitas Sapi Potong Betina” yang digelar Lolit Sapi secara daring pada Senin (6/9/2021).
Lukman menerangkan, beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam manajemen pemeliharaan sapi betina. Diantaranya, pemilihan calon induk yang bagus, manajemen perkawinan, penanganan kebuntingan, kelahiran dan laktasi serta penanganan gangguan reproduksi induk.
Menurut Lukman kualitas sistem reproduksi sangat penting bagi kelanjutan keturunan suatu jenis hewan. Untuk itu dalam pemilihan bibit yang akan dijadikan sebagai calon induk harus memenuhi beberapa syarat. Diantaranya, memiliki kemampuan beranak setiap tahun, memiliki bobot badan diatas rata-rata, skor kondisi tubuh 5-7 (skala 1-9), tulang pinggul; ambing; dan puting besar, serta memiliki mothering ability yang baik.
Selain pemilihan induk yang bekualitas, fertilitas sapi betina juga harus didukung dengan manajemen yang baik dimulai dari manajemen perkawinan, kebuntingan, kelahiran dan masa laktasi. Selama periode laktasi asupan pakan yang diberikan pada induk harus lebih tinggi, sehingga tidak terjadi malnutrisi selepas masa kelahiran.
Lukman juga mengungkapkan bahwa gangguan reproduksi pada sapi bermacam-macam, diantaranya distokia/kesulitan melahirkan, retain placenta/plasenta tertinggal, prolap (uterus menggantung/keluar), hypofungsi ovari, dan abortus.
Pada akhir sesi pemaparan materi, Lukman menyebutkan bahwa Lolit Sapi saat ini telah menggembangkan aplikasi “SICEBUN” yaitu Sistem Informasi Deteksi dan Pencatatan Sapi Bunting Berbasis Android. Aplikasi “SICEBUN” sudah tersedia dan dapat di download melalui Playstore.
Harapannya dengan adanya aplikasi tersebut dapat membantu peternak dalam mengatur perkawinan pada sapi, sehingga sapi betina dapat dikawinkan diwaktu yang tepat dan dapat meningkatkan keberhasilan kebuntingan pada sapi. (Sumber Puslitbangnak)
Peningkatan Fertilitas Sapi Potong Betina
