Jakarta, Technology-Indonesia.com – Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Balitbangtan melaksanakan panen padi Baroma di demplot pengembangan varietas unggul baru (VUB) padi khusus seluas 10 hektare (ha) di Desa Plumbon, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada Selasa (7/9/2021). Baroma merupakan beras tipe Basmati Aromatik yang memiliki aroma wangi.
Demplot pengembangan VUB padi ini merupakan inisiasi Komisi IV DPR RI yang berkolaborasi dengan BB Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Teknologi budidaya yang diterapkan adalah Jajar Legowo 2:1. Varietas padi yang ditanam merupakan hasil riset Balitbangtan yakni Baroma, Inpari 24 Gabusan, Pamera, Inpari IR Nutri Zinc, Inpari Digdaya, Padjadjaran Agritan, Inpari 32 HDB, Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 43 Agritan GSR, Inpari 47 WBC, Inpari 48 Blas, dan MSP.
Kepala BB Padi, Yudi Sastro menyampaikan kegiatan demplot di wilayah yang terkenal dengan sentra produksi padi nasional itu bertujuan menampilkan display berbagai varietas dari Balitbangtan. Demplot juga bertujuan sebagai media untuk mendekatkan sekaligus memperkenalkan VUB padi khusus kepada pengguna. Petani bisa melihat secara langsung dan memilih varietas-varietas yang mereka sukai dan dianggap cocok untuk dikembangkan di wilayahnya.
“Atas inisiasi, dorongan dan fasilitasi dari Komisi IV, kita menghilirkan semua hasil inovasi yang dibutuhkan petani itu apa. Harapannya varietas-varietas unggul ini cepat terdiseminasikan kepada masyarakat dan masyarakat silahkan memilih yang mana varietas yang cocok yang produktivitasnya tinggi di Indramayu, yang disukai konsumen harganya bagus, monggo,” jelas Yudi Sastro.
Terkait dengan hal itu Yudi menegaskan kesiapannya untuk selalu mengawal dalam program-program lain yang akan terus dikembangkan baik pengembangan benih maupun pengawalan teknologi budidayanya. Apresiasi khusus disampaikan Yudi dihadapan peserta yang hadir untuk para penyuluh dan Poktan/Gapoktan yang telah sama-sama bekerjasama membantu terlaksananya kegiatan demplot dengan baik.
Sementara itu, anggota Komisi IV Dapil Indramayu, Ono Sorono mengatakan varietas unggul yang ada saat ini mempunyai ciri-ciri yaitu produktivitasnya tinggi, tahan terhadap penyakit, dan masa tanamnya pendek.
“Dengan ciri-ciri itu, paling tidak petani bisa mendapatkan pendapatan yang lebih dengan cost produksi yang lebih kecil, perawatan lebih mudah, jarang terserang penyakit, dipastikan pendapatanya akan meningkat,” tambahnya.
Ono juga menyampaikan permasalahan yang dihadapi petani seperti harga yang turun saat panen, kelangkaan pupuk, dan serangan penyakit. Dari permasalahan tersebut, Ono berharap ada regenerasi petani khususnya kaum milenial untuk terjun dan tertarik menjadi petani dan bisa menghadirkan teknologi pertanian yang dalam hal ini varietas unggul untuk bisa memberikan solusi supaya dunia pertanian khususnya padi agar diminati kaum milenial.
Untuk mewujudkan harapannya, Ono meminta ada dorongan Pemerintah Desa dalam hal ini para Kuwu mengajak kaum milenial agar tertarik ke dunia pertanian dan membangun pertanian wilayah Indramayu. Ono juga berharap seluruh komponen masyarakat bisa mengawal program prioritas yang telah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Indramyu dalam program desa mandiri benih agar petani poktan dan gapoktan tidak tergantung benih di pasar. (Sumber BB Padi)
Panen Padi Khusus Baroma di Indramayu
