Irigasi Pintar Berbasis Internet of Things

Jakarta, Technology-Indonesia.com – Perkembangan teknologi di Industri 4.0 sedang bergerak secara masif di berbagai bidang diantaranya bidang industri dan ekonomi, tidak terkecuali juga bidang pertanian. Teknologi 4.0 yang mengusung penggunaan sistem informasi berbasis internet dipercaya akan membawa industri dan ekonomi ke arah yang lebih efisien serta kompetitif.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Fadjry Djufry dalam berbagai kesempatan menekankan mengenai datangnya era Pertanian 4.0. “Era Revolusi Industri 4.0 dicirikan dengan operasionalisasi sistem usaha pertanian berbasis Artificial Intelegence (AI), Internet of Things (IoT) serta Cyber Physical Systems (CPS),” ujar Fadjry di Manado pada 2019 lalu.

Pengembangan teknologi pertanian modern 4.0 telah mulai diperkenalkan oleh Balitbangtan. Misalnya, teknologi sensor dan otomatisasi dalam bidang irigasi dan fertigasi yang telah dikenal di Indonesia terutama pada sistem rumah kaca terkendali.

Pada skala lapang, irigasi dan fertigasi juga telah dilakukan dengan menggunakan system kontrol otomatis berbasis mikrokontroler. Namun digabungkannya sistem tersebut dengan kontrol berbasis internet dan atau android baru mulai dilakukan, baik pada skala research ataupun prototipe.

“Balitbangtan melalui Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) pada tahun 2019 telah mengembangkan teknologi irigasi cerdas (smart irrigation) berbasis Internet of Things (IoT),” ungkap Kepala BBP Mektan, Agung Prabowo melalui keterangan tertulisnya.

Pada teknologi ini dikembangkan sistem sensor pembacaan kondisi lahan berupa kondisi kadar air tanah dan lingkungan sekitar, serta system control untuk menyalakan/mematikan katup irigasi dengan menggunakan mikrokontroler yang dapat terhubung dengan web server.



Pemantauan data dan pengendalian dilakukan melalui internet oleh sebuah web server yang beralamat di www.smartfarming.litbang.pertanian.go.id. “Sensor kelembaban tanah beserta data stasiun cuaca mini terbaca melalui perangkat keras mikrokontroler. Data ini direkam melalui jaringan internet ke alamat web server,” lanjut Agung.

Pada server telah terprogram dua tindakan yang dapat dilakukan sebagai umpan balik. Pertama tindakan penyiraman otomatis apabila data komunikasi dengan server menunjukkan perlunya tindakan penyiraman sebagaimana telah diatur oleh pengguna berdasarkan nilai ambang batas pembacaan sensor kadar lengas tanah.

Kedua, selain terprogram secara otomatis, web server juga menyediakan fitur penyiraman jarak jauh yang secara spontan dapat langsung di-klik oleh pengguna dari lokasi yang berbeda.

Sistem kontrol berbasis internet dengan menggunakan web server ini memungkinan adanya pengembangan ke depan, ke arah fitur pengontrolan yang tidak hanya untuk penyiraman. Selain itu, untuk pemberian unsur hara dan pendeteksi kesuburan tanah serta terhubung secara spesifik dengan unsur pertumbuhan tanaman lainnya. Pada saat ini secara keseluruhan sistem ini lebih dikenal dengan istilah pertanian cerdas atau smart farming system. (Elita Rahmarestia)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author