Antisipasi Stunting, BPTP Sulteng Diseminasikan Inpari IR Nutri Zinc

Jakarta, Technology-Indonesia.com – Permasalahan stunting semakin banyak ditemukan di Sulawesi Tengah (Sulteng), mencapai 22,9% penderita stunting. Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Pemerintah telah berupaya mengatasi masalah kekurangan gizi yaitu dengan fortifikasi, namun hal itu tidak cukup menyelesaikan masalah. Pada tahun 2018, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian berkolaborasi dengan IRRI dan Harvest Plus turut berkontribusi nyata dalam mengatasi stunting. Salah satunya dengan melepas Inpari IR Nutri Zinc, varietas padi dengan kandungan Zn tinggi.

Gaya hidup sehat yang terus berkembang mendorong kian tingginya kebutuhan masyarakat akan pangan sehat. Berkembangnya ilmu dan teknologi, membuat fungsi nasi pun bergeser, bukan hanya sumber karbohidrat namun sekaligus fungsi kesehatan

Upaya mengatasi stunting ini, BPTP Balitbangtan Sulteng melalui kegiatan Dukungan Perbenihan Komoditas Strategis Kementan mendiseminasikan benih padi varietas Inpari IR Nutri Zinc kepada Gapoktan Mantaladi yang akan dikawal Kostratani Bahagia, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi pada Rabu (25/6/2020).

Pada saat penyerahan benih Penanggungjawab Kegiatan Dukungan Perbenihan Komoditas Strategis Kementan, Syafruddin menyampaikan keunggulan yang terkandung dalam varietas ini. Inpari IR Nutri Zinc mempunyai kandungan Zn lebih banyak dibandingkan varietas lain. Kandungan Zn pada varietas tersebut sebesar 34,51 ppm sedangkan varietas lain seperti Ciherang yang memiliki kandungan Zn 24.06 ppm.

Keunggulan itulah yang diharapkan dapat turut mensukseskan program pemerintah dalam mengatasi kekurangan gizi Zinc dan meminimalisir stunting. Kekurangan Zn dalam tubuh selain berakibat menurunnya daya tahan tubuh, produktifitas, dan kualitas hidup manusia. Kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor terjadinya kekerdilan atau stunting.

Biofortifikasi pada Inpari IR Nutri Zinc diharapkan dapat membantu peningkatan nilai gizi sekaligus mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat. Varietas ini memiliki kadar amilosa 16,6 persen dan potensi kandungan Zn 34,51 ppm. Selain kaya nutrisi, varietas ini juga memiliki produktivitas tinggi, tahan Wereng Batang Coklat (WBC), blast, dan tungro, serta rasa nasi enak.

Kepala BPP Bahagia, Yusak Paulus berterima kasih kepada BPTP Balitbangtan Sulteng atas bantuan benih padi yang diberikan kepada Gapoktan yang akan mendukung pencapaian luas tambah tanam di Kostratani Bahagia, Kec. Palolo, Kab. Sigi. Ketua Gapoktan Mantaladi, Samurlinda berharap BPTP Balitbangtan Sulteng dapat mendampingi saat penanaman menggunakan mesin rice transplanter.

Inpari Zinc diharapkan dapat berkembang baik di Palolo, sehingga dapat memenuhi permintaan beras yang dapat meminimalisir stunting.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author