TechnologyIndonesia.id – Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amarulla Octavian mendorong percepatan perbaikan Kapal Riset Baruna Jaya III untuk mendukung pelaksanaan riset kelautan, khususnya pemetaan gunung api bawah laut.
Dorongan percepatan perbaikan kapal riset tersebut disampaikan Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, saat melakukan kunjungan kerja ke fasilitas KS Said Djauharsah Jenie di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (26/3/2026). Ia menegaskan bahwa kesiapan kapal riset menjadi prioritas utama agar segera bisa melaksanakan riset gunung api bawah laut.
“Perbaikan Baruna Jaya III harus segera dipercepat melalui asesmen menyeluruh, termasuk opsi perbaikan maupun penggantian mesin,” ucap Amarulla.
Ia menambahkan, proses perbaikan harus diawali dengan asesmen komprehensif guna mengidentifikasi kebutuhan teknis secara detail. Untuk itu, organisasi riset dan pusat riset di BRIN ditugaskan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kapal.
BRIN juga akan memanfaatkan konsultan internal dalam proses perbaikan, tidak hanya untuk Baruna Jaya III, tetapi juga kapal riset lainnya seperti Baruna Jaya II dan IV.
Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset, Nugroho Hananto menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan asesmen terhadap lima kapal riset BRIN sejak 2022 bersama Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika.
“Untuk Baruna Jaya III, kami telah menyusun repair list yang mencakup aspek kapal dan perkapalan, sistem kelistrikan, permesinan, akomodasi, hingga alat keselamatan,” jelasnya.
Proses ship check, akan segera dilakukan mengingat beberapa kapal telah memasuki tahap lelang dengan batas waktu tertentu, sehingga diperlukan percepatan eksekusi.
Sementara itu, Kepala Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, Teguh Muttaqie mengungkapkan bahwa hasil evaluasi pada 2022 menunjukkan Baruna Jaya III memiliki performa terbaik dibandingkan kapal lainnya.
“Berdasarkan sea trial yang kami lakukan, Baruna Jaya III masih memiliki performa cukup baik dan memungkinkan digunakan dalam misi jangka pendek dengan beberapa perbaikan,” ujarnya.
Evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek, antara lain struktur kapal (hull and construction), uji visual, kamar mesin, sistem propulsi, peralatan survei, navigasi dan komunikasi, serta sistem pendukung lainnya.
Ketua Tim Teknis Revitalisasi Baruna Jaya III BRIN, Djoko Nugroho, melaporkan bahwa tindak lanjut proses pengadaan dilakukan melalui undangan kepada sejumlah vendor dan galangan kapal untuk melaksanakan ship check.
“Tim teknis revitalisasi yang telah dibentuk akan mendampingi sejak proses ship check oleh penyedia hingga pengawasan docking agar berjalan optimal, efektif, dan efisien,” terang Djoko.
Ia menyebutkan tim teknis telah dibentuk secara resmi dengan pembagian peran yang mencakup koordinasi aspek struktur kapal, permesinan dan dek, kelistrikan, kepatuhan klasifikasi, serta survei kelautan dan navigasi.
“Tim tersebut akan bekerja dalam siklus revitalisasi menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan, pemilihan, pelaksanaan, hingga penyelesaian,” pungkas Djoko.
Melalui percepatan ini, BRIN berharap Kapal Riset Baruna Jaya III dapat segera kembali beroperasi dan memperkuat riset kelautan nasional, khususnya dalam pemetaan gunung api bawah laut yang menjadi salah satu prioritas strategis Indonesia.
BRIN Percepat Perbaikan Kapal Riset Baruna Jaya III untuk Pemetaan Gunung Api Bawah Laut
