Ekstrak Beta Glukan Pengganti Kemoterapi

Senyawa beta glukan yang terdapat dalam jamur tiram berpotensi mengatasi penyakit kanker. Ekstrak beta glukan memiliki keunggulan meningkatkan sistem pertahanan tubuh, sehingga mampu melawan sel-sel kanker.

Menurut Hardaning Pranamuda, Peneliti Utama Pusat Teknologi Bioindustri TAB-BPPT, beta glukan mampu memperbaiki sistem imun dan kualitas hidup penderita kanker serta meningkatkan harapan hidup.

“Beta glukan juga dapat digunakan untuk menggantikan kemoterapi bagi penderita kanker dalam upaya menghambat atau menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker,” ujarnya.

Hardaning menambahkan, BPPT terus bekerja mengembangkan ekstrak beta glukan sebagai imunomodular dan antikanker serta mencari mitra untuk memproduksinya. Untuk itu, BPPT melakukan penandatanganan kerjasama dengan PT Haldin Pacific Semesta.

“Melalui kerjasama ini, obat-obat anti kanker dari ekstrak beta glukan akan mulai diproduksi Agustus 2014,” terang Hardaning.

Selain mengembangkan teknologi ekstraksi beta glukan, BPPT sedang mengembangkan ektrak ragi (mikroba) yang berasal dari tempe dan tape. BPPT terus melakukan intermediasi dengan perusahaan asal Amerika Serikat agar teknologinya bisa dipakai di Indonesia. BPPT juga mencari mitra di Indonesia untuk menggunakan teknologi tersebut.

“Ragi berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, ragi memiliki struktur yang berbeda dari ekstrak beta glukan. Ragi ini mampu bertindak sebagai obat pencahar sembelit dan menurunkan kandungan gula di dalam tubuh penderita diabetes,” jelas Hardaning. Sumber Humas BPPT


Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014).
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author