LPIXEL Gandeng VNPT-IT, Perluas AI Diagnosis Citra Medis “EIRL” di Vietnam

Loading

TechnologyIndonesia.id – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam layanan kesehatan terus berkembang, termasuk untuk membantu dokter membaca dan menganalisis citra medis. Peluang tersebut mendorong LPIXEL Inc., perusahaan teknologi yang berbasis di Chiyoda-ku, Tokyo, Jepang, memperluas penerapan solusi AI medisnya ke pasar Asia Tenggara.

LPIXEL menjalin kemitraan bisnis dengan VNPT Information Technology Company (VNPT-IT), perusahaan teknologi informasi di bawah Vietnam Posts and Telecommunications Group (VNPT), untuk memasarkan seri EIRL, solusi AI pendukung diagnosis citra medis, di pasar ASEAN.

Kemitraan ini merupakan kelanjutan dari studi Proof of Concept (PoC) yang dilakukan LPIXEL dan VNPT-IT sejak September 2025. Program tersebut juga melibatkan Japan Telecommunications Engineering and Consulting Service (JTEC), yang akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan dan pertumbuhan kerja sama kedua perusahaan.

Salah satu langkah penting dari kolaborasi ini adalah integrasi teknologi analisis citra berbasis AI dari EIRL ke dalam VNPT RIS/PACS, platform manajemen citra medis berbasis cloud milik VNPT-IT.

Platform tersebut dirancang dengan memperhatikan kebutuhan keamanan layanan kesehatan dan standar interoperabilitas internasional. Saat ini, VNPT RIS/PACS telah diterapkan di lebih dari 600 fasilitas kesehatan di Vietnam.

EIRL Mulai Digunakan di Fasilitas Kesehatan Vietnam

Implementasi EIRL kini telah memasuki tahap penggunaan klinis. LPIXEL menyebut penerapan penuh teknologi tersebut telah selesai di lebih dari 10 fasilitas kesehatan di Vietnam, termasuk Hospital of Post and Telecommunications, Hanoi (Hanoi Post Hospital).

Sistem tersebut telah resmi digunakan dalam lingkungan klinis. Pencapaian ini menjadi tonggak awal bagi kemitraan komersial LPIXEL dan VNPT-IT sekaligus membuka peluang penerapan AI pendukung diagnosis citra medis secara lebih luas di Vietnam.

Dalam skema integrasi, kemampuan analisis citra dari seri EIRL terhubung dengan VNPT RIS/PACS. Citra medis tertentu dari sistem PACS rumah sakit dapat dikirim secara otomatis ke EIRL melalui VNPT DICOM Gateway untuk dianalisis.

Hasil analisis AI kemudian dikembalikan ke sistem PACS dan ditampilkan langsung melalui DICOM viewer yang digunakan dokter.

Pendekatan tersebut memungkinkan teknologi AI bekerja di dalam alur kerja medis yang sudah digunakan rumah sakit, tanpa harus mengubah proses kerja dokter secara mendasar.

Dengan demikian, AI diposisikan sebagai teknologi pendukung yang dapat membantu proses interpretasi citra medis dan meningkatkan efisiensi alur kerja radiologi.

Berawal dari Uji Coba di Lebih dari 10 Fasilitas Kesehatan

Pengembangan kerja sama LPIXEL dan VNPT-IT tidak dilakukan secara langsung pada tahap komersial. Sebelumnya, kedua perusahaan melakukan studi Proof of Concept (PoC) sejak September 2025 di lebih dari 10 fasilitas kesehatan di Vietnam.

Salah satu lokasi uji coba adalah Hanoi Post Hospital. EIRL diintegrasikan dengan sistem PACS berbasis cloud milik VNPT untuk melihat penerapan teknologi AI dalam lingkungan layanan kesehatan yang sebenarnya.

Dr. An, Kepala Departemen Radiologi Hanoi Post Hospital, memberikan apresiasi terhadap teknologi tersebut setelah masa uji coba. Menurutnya, seri EIRL, khususnya EIRL Chest Screening yang dirancang untuk mendukung interpretasi foto rontgen dada, memberikan manfaat klinis dan mulai mendapatkan kepercayaan dari dokter di lini depan.

Hasil uji coba tersebut kemudian menjadi salah satu dasar bagi LPIXEL dan VNPT-IT untuk melanjutkan kolaborasi menuju kemitraan komersial dan implementasi resmi.

Kebutuhan AI Medis Meningkat di ASEAN

Ekspansi EIRL ke Vietnam berlangsung ketika sektor kesehatan di kawasan ASEAN menghadapi perubahan kebutuhan yang cukup besar.

Pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi turut mengubah profil penyakit di kawasan tersebut. Penyakit tidak menular seperti kanker, penyakit jantung, dan diabetes semakin menjadi perhatian, di tengah kebutuhan terhadap deteksi dan penanganan yang lebih dini.

Pada saat yang sama, fasilitas kesehatan juga menghadapi tantangan ketersediaan tenaga profesional. Kondisi ini berpotensi meningkatkan beban kerja dokter, termasuk dokter spesialis radiologi yang harus menangani semakin banyak pemeriksaan dan citra medis.

Teknologi AI kemudian menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan untuk membantu mengoptimalkan alur kerja dan mendukung dokter dalam menganalisis citra medis.

Dalam konteks tersebut, integrasi EIRL dengan platform VNPT RIS/PACS memberikan model penerapan AI yang memanfaatkan infrastruktur digital kesehatan yang telah tersedia.

Dari Jepang ke Enam Pasar ASEAN

Kemitraan dengan VNPT-IT juga menjadi bagian dari strategi LPIXEL untuk memperluas bisnis AI medis di kawasan Asia Tenggara.

LPIXEL menyatakan seri EIRL telah memperoleh persetujuan regulasi perangkat medis di enam pasar utama ASEAN, yakni Vietnam, Thailand, Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Singapura.

Setelah Vietnam, perusahaan menaruh perhatian pada pengembangan pasar di Thailand, Indonesia, dan Filipina. Untuk itu, LPIXEL membuka peluang kerja sama dengan distributor yang memiliki jaringan kuat di sektor layanan kesehatan lokal serta memahami kebutuhan infrastruktur teknologi medis, termasuk PACS dan RIS.

Strategi tersebut memperlihatkan upaya LPIXEL menggabungkan teknologi AI medis dari Jepang dengan infrastruktur dan jaringan layanan kesehatan lokal di negara-negara ASEAN.

Bagi Vietnam, integrasi EIRL dengan VNPT RIS/PACS memungkinkan teknologi AI masuk ke ekosistem layanan kesehatan digital yang telah digunakan secara luas.

Sementara bagi LPIXEL, kemitraan tersebut menjadi pijakan untuk memperluas penerapan AI diagnosis citra medis di kawasan ASEAN.

Ke depan, perusahaan menargetkan kolaborasi dengan lebih banyak mitra lokal agar teknologi pencitraan diagnostik berbasis AI dapat mendukung kebutuhan klinis di berbagai negara, terutama dalam menghadapi tantangan kekurangan tenaga medis dan kesenjangan akses layanan kesehatan.

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu" Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *