![]()
TechnologyIndonesia.id – Gelaran FIFA World Cup 2026 dan FIFA Women’s World Cup 2027 akan menghadirkan pengalaman baru, baik bagi penggemar maupun penyelenggara turnamen. Hal ini menyusul kemitraan strategis antara Salesforce dan FIFA yang menghadirkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung operasional turnamen sekaligus meningkatkan interaksi dengan jutaan penggemar di seluruh dunia.
Sebagai Official Tournament Supporter, Salesforce akan menyediakan rangkaian solusi berbasis AI melalui Agentforce 360, termasuk platform kolaborasi Slack, guna membantu koordinasi penyelenggaraan FIFA World Cup 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, serta FIFA Women’s World Cup 2027 di Brasil.
Kemitraan lintas turnamen ini mempertemukan ajang olahraga yang paling banyak disaksikan di dunia dengan Agentforce 360, portofolio lengkap solusi AI Salesforce yang mendukung terwujudnya Agentic Enterprise.
Model ini dibangun di atas Slack, sistem operasi kerja tempat AI dapat berkolaborasi secara multi-pengguna (multiplayer) dan terintegrasi langsung ke dalam alur kerja yang sudah digunakan sehari-hari oleh para karyawan.
FIFA World Cup 26™ saat ini tengah berlangsung di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat, menjadi turnamen terbesar dalam sejarah FIFA dengan 48 tim dan audiens global yang diperkirakan melampaui 5 miliar penonton. Teknologi Salesforce berperan penting dalam cara turnamen ini berjalan, berinteraksi dengan penggemar, dan berkoordinasi dengan kota-kota tuan rumah.
Kemitraan yang Dibangun untuk Era AI
Kemitraan ini mencerminkan keyakinan bersama bahwa masa depan penyelenggaraan acara berskala global bergantung pada operasional yang cerdas dan saling terhubung.
Ini merupakan sebuah implementasi nyata dari model Agentic Enterprise, yang diwujudkan dengan menggabungkan agen AI, aplikasi yang saling terhubung, data yang tepercaya, serta kolaborasi manusia melalui Slack sebagai sistem operasi multi-pengguna untuk AI.
Pendekatan ini membuka berbagai kemungkinan baru, tidak hanya dalam penyelenggaraan turnamen, tetapi juga bagi jutaan penggemar, mitra, dan komunitas kota tuan rumah yang menjadi bagian dari pengalaman spektakuler lima tahunan tersebut.
Dukungan Salesforce untuk Penyelenggaraan World Cup 2026
Pada FIFA World Cup 2026™, FIFA akan menggunakan Slack untuk mengatur manajemen tenaga kerja di 16 kota tuan rumah di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat. Slack akan menjadi tempat kerja utama agar tenaga kerja, aplikasi, dan alur kerja berbasis AI bisa berjalan bersama secara langsung (real time).
Sementara, untuk FIFA Women’s World Cup 2027™ di Brasil, Slack dan Platform Agentforce 360 akan digunakan untuk menggerakkan pengalaman penggemar di seluruh platform digital FIFA, memberikan pengalaman yang selalu aktif kapan saja (always-on fan experiences).
Agen AI otonom akan menganalisis data turnamen untuk memberikan dukungan setara manusia, sehingga penggemar mendapatkan interaksi yang personal di berbagai kanal komunikasi (omni-channel).
Komunikasi dengan Para Pemangku Kepentingan
Kedua turnamen akan memanfaatkan ekosistem Salesforce yang mencakup Agentforce Service, Sales, dan Marketing untuk mengelola hubungan dan komunikasi dengan kota tuan rumah, pemasok, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Dengan mengintegrasikan Agentforce 360 dan Slack, seluruh koordinasi turnamen, komunikasi dengan pemangku kepentingan, dan keterlibatan penggemar dapat dilakukan langsung dalam alur kerja sehari-hari.
Fondasi yang terpadu ini memungkinkan organisasi untuk mengotomatiskan interaksi, mendorong pertumbuhan pendapatan, dan memaksimalkan efisiensi operasional.
President dan Chief Marketing Officer (CMO) Salesforce, Patrick Stokes menyampaikan bahwa FIFA World Cup merupakan momen ketika seluruh dunia berhenti sejenak untuk menyaksikan pertandingan, dan menyelenggarakannya merupakan salah satu tugas paling kompleks dalam dunia olahraga global. Pihaknya merasa terhormat karena menghadirkan kekuatan Agentic Enterprise ke dua turnamen bersejarah ini
“Bersama-sama, kami akan menunjukkan berbagai kemungkinan yang dapat diwujudkan ketika olahraga paling dicintai di dunia bertemu dengan AI CRM nomor satu di dunia. Kami akan menghubungkan para penggemar, pemangku kepentingan, dan kota-kota tuan rumah dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya,” tuturnya.
Chief Business Officer FIFA, Romy Gai, menyatakan penyelenggaraan turnamen sebesar FIFA World Cup membutuhkan dukungan mitra teknologi terbaik.
Ia menilai keahlian Salesforce dalam bidang AI dan solusi digital akan membantu menghubungkan tim peserta, relawan, kota tuan rumah, mitra, hingga jutaan penggemar di seluruh dunia.

