TechnologyIndonesia.id – Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menandai satu dekade perjalanannya dengan komitmen untuk memperkuat literasi keuangan yang inklusif, meningkatkan keamanan ekosistem digital, serta memastikan pemanfaatan fintech yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan sektor riil.
Pada perayaan HUT ke-10, AFTECH bersama Easycash meluncurkan Chatpindar.com, sebuah inovasi literasi keuangan digital dalam bentuk web yang menggunakan teknologi AI berbasis large language model dalam format chat yang bisa digunakan masyarakat untuk menanyakan mengenai industri pinjaman daring.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya konkret AFTECH dalam menghadirkan edukasi keuangan yang selalu aktif, dapat diakses masyarakat, relevan, dan dekat dengan keseharian masyarakat.
Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir menyampaikan, Chatpindar.com lahir dari kesadaran bahwa literasi keuangan tidak bisa hanya disampaikan lewat seminar online, offline atau konten edukasi. Melalui kanal ini, masyarakat bisa terus mencari jawaban yang kredibel dari pertanyaan yang timbul di luar sesi literasi keuangan.
“Chatpindar adalah bukti bahwa HUT ke-10 AFTECH bukan seremoni, tetapi langkah nyata untuk menjembatani kesenjangan literasi,” kata Pandu pada Rabu, 11 Februari 2026.
Chatpindar dirancang sebagai kanal edukasi berbasis percakapan yang memungkinkan masyarakat bertanya langsung seputar pinjaman daring, termasuk topik-topik seperti cara membedakan antara platform pinjaman daring (pindar) berizin dan pinjol ilegal, dampak apabila tidak membayar cicilan, maupun topik praktis terkait limit pinjaman serta tenor.
Masyarakat juga bisa menanyakan verifikasi data, keamanan data pribadi, serta detail penagihan seperti denda keterlambatan, biaya layanan, dan waktu pencairan dana.
Masyarakat bisa bertanya menggunakan bahasa sehari-hari dan tetap mendapatkan jawaban yang akurat, mudah dipahami dan kontekstual. Chatpindar.com diharapkan dapat digunakan untuk membantu masyarakat mengambil keputusan finansial yang lebih bijak dan aman.
Namun perlu digarisbawahi bahwa chatpindar.com merupakan fasilitas edukasi keuangan dan bukan sumber referensi hukum maupun layanan pelanggan dari platform pindar.
Sebagai layanan yang sepenuhnya berbasis web, Chatpindar.com dirancang menggunakan bahasa yang ringan dan kontekstual agar dapat diakses oleh masyarakat luas, termasuk kelompok pengguna pemula.
Inisiatif ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami produk pinjaman daring secara lebih utuh, sehingga mampu mengambil keputusan finansial yang lebih bijak, aman, dan bertanggung jawab.
Satu Dekade Mengawal Transformasi Keuangan Digital
Perayaan HUT ke-10 AFTECH menjadi titik konsolidasi bagi seluruh pelaku usaha fintech, regulator, dan pemangku kepentingan untuk bersama sama menjawab tantangan industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, serta bergerak menuju masa depan industri fintech satu dekade kedepan.
Sejak didirikan oleh enam founder, AFTECH dirancang menjadi asosiasi payung yang menaungi beragam model bisnis fintech dan berfungsi sebagai titik temu antara industri, regulator, dan masyarakat serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional melalui peningkatan inklusi keuangan.
Selama sepuluh tahun terakhir, fintech telah berkembang pesat sebagai bagian dari transformasi ekonomi digital Indonesia. Namun, hasil Annual Members Survey (AMS) AFTECH 2024–2025 menunjukkan tantangan struktural yang masih perlu dijawab bersama.
Sebaran pengguna fintech masih terkonsentrasi di wilayah Jabodetabek sebesar 73,77 persen, sementara masyarakat berpenghasilan rendah Rp0–5 juta masih menghadapi hambatan akses layanan keuangan digital. Dari sisi keamanan, 27,12 persen perusahaan fintech melaporkan mengalami serangan phishing pada 2025, dan 82,98 persen menyebut fraud eksternal sebagai risiko utama.
Di saat yang sama, meski 43,44 persen perusahaan aktif menjalankan program literasi, sebanyak 59,02 persen pelaku industri masih menilai rendahnya literasi keuangan sebagai tantangan terbesar dalam mendorong inklusi.
Pandu menegaskan bahwa peringatan HUT ke-10 AFTECH menjadi momentum penting untuk menggeser fokus industri dari sekadar pertumbuhan menuju kualitas, tata kelola, dan dampak.
Pada momen ini para pelaku usaha fintech anggota AFTECH menyatukan komitmen untuk bersama sama mendorong inovasi, menjaga kepercayaan, dan menata masa depan industri fintech di Indonesia.
Menurutnya, sepuluh tahun AFTECH bukan hanya tentang perjalanan industri, tetapi tentang tanggung jawab kolektif. Fintech harus dimanfaatkan secara benar, aman, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM, petani, nelayan, dan pekerja sektor riil.
“Jika kita ingin berkontribusi pada target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen, maka inovasi keuangan digital satu dekade kedepan harus hadir sebagai enabler yang efisien dan efektif bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan membawa solusi, bukan menjadi sumber masalah,” ujar Pandu.
Ke depan, AFTECH akan terus menjadi penghubung antara inovasi dan kepercayaan. “Dengan literasi yang kuat, keamanan yang terjaga, dan kolaborasi lintas sektor, fintech Indonesia bisa tumbuh sehat dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi bangsa,” pungkasnya.
Genap 10 Tahun, AFTECH Luncurkan Chatpindar, Inovasi Literasi Keuangan Berbasis Percakapan
