AI Bisa Ciptakan Realitas Sintetik, Nezar Patria Soroti Keaslian Bukti di Pengadilan

Loading

TechnologyIndonesia.id – Perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) semakin membawa perubahan ke berbagai bidang, termasuk dunia hukum. Namun, di balik manfaatnya, teknologi AI juga menghadirkan tantangan baru bagi sistem peradilan, terutama dalam memastikan keaslian bukti elektronik yang diajukan di pengadilan.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria mengatakan perkembangan Generative AI kini memungkinkan terciptanya apa yang disebut sebagai realitas sintetik dalam berbagai format media.

“Ini menjadi satu hal yang signifikan ketika kita melihat dalam proses-proses peradilan itu ada alat bukti yang diajukan berupa rekaman, video, maupun foto,” jelasnya dalam acara National Law Forum di Jakarta Pusat, Senin (24/08/2026).

Menurutnya, kemampuan AI menghasilkan video, foto, dan suara yang menyerupai kejadian nyata membuat proses autentikasi alat bukti semakin penting.

“Ini menjadi ujian yang cukup penting. Bagaimana bukti tersebut bisa meyakinkan majelis hakim? Bagaimana forum pengadilan bisa melakukan autentikasi terhadap barang bukti yang diajukan di pengadilan?” tegas Wamen Nezar.

Namun, di samping melahirkan tantangan di bidang hukum, AI juga telah banyak membantu proses peradilan di Indonesia berjalan lebih cepat dan efektif.

“Contohnya Mahkamah Agung telah memakai teknologi artificial intelligence untuk membuat semacam smart majelis untuk memproses administrasi kasus yang masuk yang jumlahnya sampai puluhan ribu,” ujar Wamen Nezar.

AI juga telah berperan dalam membantu penyusunan analisa-analisa hukum sehingga meringankan beban kerja pihak-pihak yang terlibat dalam proses peradilan.

Namun demikian, ia menggarisbawahi bahwa meskipun teknologi AI dapat membantu memudahkan penanganan proses peradilan, segala keputusan harus tetap ditentukan oleh manusia.

“Yang menentukan tetap hakim, bukan AI, tetap manusianya, bukan AI. AI hanya membantu,” tandasnya.

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu" Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *