BRIN Rilis Hasil Riset Mengenai Dampak dan Efektivitas Program MBG

TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis hasil penelitian terbaru mengenai dampak, efektivitas, dan arah kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasil riset ini diharapkan dapat menjadi dasar penguatan kebijakan berbasis bukti ilmiah (evidence-based policy) dalam upaya meningkatkan kualitas pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Diseminasi hasil riset tersebut diselenggarakan oleh Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan (PR EIJP) di bawah Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat (OR TKPEKM) BRIN pada Rabu (4/3/2026) di Gedung BJ Habibie, Jakarta Pusat.

Program MBG merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui perbaikan status gizi masyarakat.

Dengan cakupan nasional dan dukungan anggaran yang signifikan, program MBG diharapkan mampu berkontribusi terhadap penurunan stunting, peningkatan kualitas pembelajaran siswa, serta penguatan ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
 
Sejak diimplementasikan secara nasional pada awal tahun 2025, MBG menghadirkan berbagai dinamika kebijakan dan pelaksanaan di lapangan. Selain membawa optimisme terhadap perbaikan gizi dan pemerataan akses pangan, program ini juga memunculkan tantangan dalam aspek tata kelola, koordinasi kelembagaan, efektivitas pembiayaan, dan pengawasan mutu layanan.
 
Penelitian yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025 ini menganalisis perkembangan tata kelola kelembagaan, efektivitas implementasi, serta manfaat nyata yang dirasakan oleh penerima manfaat. Kegiatan ini menjadi bagian dari diseminasi ilmiah sekaligus bentuk akuntabilitas publik atas pelaksanaan riset kebijakan strategis nasional.
 
Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat (OR TKPEKM) BRIN, Agus Eko Nugroho, menegaskan pentingnya peran riset dalam memastikan kebijakan publik berjalan efektif dan tepat sasaran.
 
Sebagai institusi yang mendapat mandat untuk mengoordinasikan, mengintegrasikan, dan melaksanakan riset dan inovasi nasional, BRIN berkomitmen memastikan setiap kebijakan publik strategis didukung oleh bukti ilmiah (evidence-based policy).

“Rilis hasil penelitian dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi BRIN dalam mendukung keberhasilan Program MBG sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintah,” tegasnya.
 
Menurutnya, Program MBG merupakan kebijakan strategis yang menyentuh langsung pembangunan SDM Indonesia, khususnya pada tataran makro dalam memperkuat sektor pangan, meningkatkan daya beli rumah tangga, dan memperluas aktivitas ekonomi daerah. Pada tataran mikro, program ini secara umum diterima dengan baik oleh penerima manfaat.
 
Namun, berbagai tantangan implementasi juga telah teridentifikasi dan perlu menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas pelaksanaan program di seluruh wilayah Indonesia. 

“Karena itu, implementasinya harus terus dikawal dengan riset yang objektif dan berbasis data agar setiap penyempurnaan kebijakan benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
 
Riset ini bertujuan mengevaluasi tata kelola pelaksanaan MBG di daerah dan mengukur efektivitas MBG pada fase awal implementasinya di tahun 2025, sehingga dapat diberikan rekomendasi kebijakan berbasis riset guna mendukung perumusan dan penyempurnaan kebijakan terkait program MBG ke depannya.
 
“Karena itu, riset terkait program MBG juga tidak akan berhenti disini. Riset dengan pendekatan multidisiplin akan terus dilaksanakan BRIN dengan mengemban semangat science for science, science for policy, dan science for society,” tutur Agus.
 
Lebih lanjut, ia mengatakan, penelitian ini dilaksanakan sebagai bagian dari peran BRIN dalam mendorong pendekatan science to policy, agar hasil riset tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi menjadi rujukan strategis dalam perumusan kebijakan.
 
Untuk memperoleh gambaran yang komprehensif, penelitian dilakukan di dua provinsi dengan karakteristik berbeda, yaitu Kepulauan Bangka Belitung sebagai representasi wilayah kepulauan dan Jawa Barat sebagai wilayah dengan dukungan infrastruktur relatif lebih baik.
 
Hasil dari diskusi mendalam dan wawancara dengan pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah, dituangkan dalam policy brief dan model rekomendasi kebijakan, serta akan dilanjutkan hingga 2027 untuk menghasilkan analisis yang lebih mendalam dan mendukung penguatan implementasi Program MBG secara berkelanjutan.
 
Melalui diseminasi hasil riset ini, Ketua Tim Peneliti Program MBG BRIN, Iwan Hermawan, menegaskan peran BRIN sebagai lembaga riset nasional yang mendukung perumusan dan evaluasi kebijakan publik berbasis bukti ilmiah. 

“Hasil riset ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam penyempurnaan tata kelola dan pelaksanaan Program MBG agar berjalan secara efektif, efisien, akuntabel, dan berkelanjutan dalam mendukung pembangunan SDM Indonesia,” jelasnya. 
 
Hasil riset mengungkap fakta bahwa pelaksanaan MBG secara umum diterima dengan baik oleh penerima manfaat yang ditunjukkan dengan persepsi positif dan antusiasme siswa dalam menerima makanan MBG di sekolah.

Namun, berbagai kendala pada fase awal implementasinya juga menjadi sorotan tim peneliti dan publik secara umum. Sehingga, tim peneliti memberikan beberapa rekomendasi kebijakan untuk peningkatan kualitas pelaksanaan program MBG di seluruh wilayah Indonesia.

Rekomendari pertama, implementasi Perpres 115/2025 perlu dikonsolidasikan melalui koordinasi pusat–daerah yang konsisten, dengan penguatan peran Badan Gizi Nasional (BGN) regional sebagai simpul supervisi dan pengendalian mutu.

Kedua, penguatan MBG perlu diarahkan pada pembangunan dashboard nasional berbasis output–outcome yang mengintegrasikan standar gizi, keamanan pangan, distribusi, dan kinerja tata kelola secara real-time dan transparan.

Ketiga, sistem jaminan mutu perlu diperkuat melalui supervisi berbasis risiko dan fungsi quality assurance yang independen untuk menjaga konsistensi standar layanan nasional.

Keempat, keberlanjutan program ditentukan oleh kapasitas SDM dan komunikasi publik yang efektif, melalui pelatihan berkala, pelibatan komunitas, serta strategi komunikasi yang jelas dan membuka ruang umpan balik masyarakat.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author