TechnologyIndonesia.id – Pemerintah pusat bersama berbagai pihak terus mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada akhir November lalu. Fokus utama pemulihan saat ini adalah sektor hunian bagi warga terdampak.
Hingga Rabu (14/1/2026), lebih dari 800 unit hunian telah masuk dalam tahap pengerjaan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, total 1.077 unit hunian sementara (huntara) diajukan oleh pemerintah kabupaten dan kota terdampak.
Dari jumlah tersebut, 865 unit masih dalam proses pembangunan, sementara 27 unit telah selesai dan siap huni. Huntara yang telah selesai berada di Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 15 unit dan Tapanuli Utara 12 unit.
Selain pembangunan huntara, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga yang memilih skema bantuan tunai sambil menunggu pembangunan hunian tetap (huntap).
BNPB mencatat, sebanyak 3.489 kepala keluarga (KK) terdaftar sebagai penerima DTH. Dari jumlah tersebut, 3.251 rekening penerima telah disiapkan oleh pemerintah. Hingga Selasa (13/1/2026), DTH telah tersalurkan kepada 1.141 KK.
Setiap keluarga menerima bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara.
“Bantuan huntara dan DTH ini diberikan kepada kepala keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat. Mereka nantinya akan mendapatkan hunian tetap (huntap) dan diharapkan dapat cepat pulih dengan tempat tinggal yang baru,” Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari pada Rabu (14/01/2026).
Secara pararel hunian tetap atau huntap juga dilakukan pembangunan di wilayah terdampak. Data yang dihimpun hingga Rabu (14/1/2026), huntap yang diusulkan pemerintah daerah sebanyak 3.460 unit dan dalam proses pembangunan sebanyak 648 unit.
Data Bencana
Hingga Rabu (14/1/2025) BNPB merilis sejumlah data bencana di Wilayah Sumut akibat banjir dan longsor yang dipicu fenomena siklon tropis Senyar. Korban jiwa masih tercatat sama, yaitu korban meninggal dunia 264 jiwa, hilang 72 jiwa dan mengungsi 10.854 jiwa.
Dari sejumlah wilayah administrasi kabupaten dan kota, 14 daerah masih berada pada status transisi darurat ke pemulihan. Dua daerah telah mengakhiri status tanggap darurat.
Keempat belas wilayah dengan status transisi darurat ke pemulihan yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Sibolga, Humbang Hasundutan, Pak Pak Bharat, Nias Selatan, Padang Sidempuan, Mandailing Natal, Langkat, Deli Serdang, Batubara, Medan dan Binjai.
“Dengan masih adanya pengungsian dan status kedaruratan tersebut, Pemerintah Pusat melalui BNPB terus mendistribusikan bantuan pangan dan non-pangan dari Pos Logistik Kualanamu ke sejumlah wilayah Sumut, termasuk ke Provinsi Aceh,” ujar Abdul Muhari.
Distribusi harian di Sumut per Selasa (13/1/2026), BNPB menyalurkan bantuan 1,3 ton via udara dan 27,02 ton via darat. Sejak pengaktifan pos logistik hingga hari ini, BNPB telah menyalurkan bantuan sebesar 2.781,56 ton, dari total bantuan masuk 3.023,60 ton. Ini berarti total distribusi bantuan yang telah disalurkan sebesar 91,99 persen.
Pembangunan Hunian Sementara Pascabencana di Sumut Terus Dikebut
