Jakarta, Technology-Indonesia.com – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) bersama Ditjen Tanaman Pangan Kementertian Pertanian menggelar kegiatan perbenihan padi Inpari IR Nutri Zinc dan Cakrabuana Agritan di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Untuk meningkatkan produktivitas Inpari IR Nutri Zinc dan Cakrabuana Agritan, Balitbangtan berinovasi dengan menerapkan penggunaan pupuk berimbang spesifik lokasi. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjawab tantangan dalam penyediaan pangan serta mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
Balitbangtan melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tengah, menjawab tantangan dan permasalahan tersebut dengan melakukan inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian.
“Salah satunya melalui penerapan pupuk berimbang,” ujar Dr. Ruslan Boy, SP. M.Si yang mewakili Tim BPTP Sulteng disela-sela persiapan kegiatan Sekolah Lapang (SL) pemupukan berimbang di Desa Malomba, Jumat (17/12/2021).
Peneliti BPTP Sulawesi Tengah, Muchtar menjelaskan bahwa pemupukan berimbang adalah pemberian sejumlah pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kesuburan tanah. Pemupukan berimbang akan meningkatkan produktivitas, mutu hasil, kesuburan tanah, serta keuntungan ekonomis dan ekologis.
Prinsip pupuk berimbang, adalah menyesuaikan dengan kebutuhan tanaman, jenis tanaman, status hara dalam tanah dan targetan produksi yang akan dicapai. Bila berlebihan yaitu tanaman mudah roboh, terserang hama-penyakit, tidak efesiensi dan mencemari lingkungan.
Untuk mengetahui dosis pupuk yang harus diberikan, dilakukan pengujian kesuburan tanah menggunakan perangkat uji tanah sawah (PUTS). Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui kebutuhan tanaman dan tingkat kesuburan tanah setempat.
Lebih lanjut Muchtar menjelaskan tata cara pemupukan, agar proses pemupukan menjadi lebih tepat. Cara pemupukan yang tepat memperhatikan 5 Tepat yaitu tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat bentuk atau formula, dan tepat cara.
Tepat jenis yaitu pemupukan harus tepat dalam menenentukan jenis pupuk yang dibutuhkan. Tepat dosis yaitu sesuai dengan status hara, kebutuhan tanaman dan target hasil yang mau dicapai.
Tepat waktu adalah pada saat pemberian pupuk disesuaikan kapan tanaman tersebut membutuhkan asupan lebih unsur hara dalam jumlah yang banyak.
Tepat bentuk atau formula bermaksud bentuk atau formula pupuk sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Terakhir, tepat cara yaitu saat pemupukan harus dengan cara yang benar.
Pendampingan Pemupukan Berimbang pada Tanaman Padi Sawah dilaksanakan dengan metode ceramah dan praktek langsung dilapangan. Setelah penyampaian materi, dilanjutkan praktek dilahan sawah petani dan diikuti perwakilan dari semua kelompoktani yang terlibat dalam kegiatan perbenihan padi tersebut.
Selanjutnya kegiatan pemupukan berimbang secara berjenjang dilksanakan di Desa Malomba, Ogowele Buga, Bambapun Kec. Dondo serta Desa Soni Kec. Dampal Selatan. Kegiatan pemupukan dihadiri oleh Kepala BPP dan PPL, Koordinator BBI, Koordinator POPT, Petugas Pengairan Kecamatan Dondo serta Tim BPTP Sulawesi Tengah. (Sumber BPTP Sulteng)
Tingkatkan Produktivitas Padi, BPTP Sulteng Diseminasikan Teknologi Pemupukan Berimbang di Toli-Toli
