TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan kualitas Arsinum (Air Siap Minum) yang didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak banjir di Sumatra aman dan layak dikonsumsi masyarakat.
Kepastian ini diperoleh melalui pengujian laboratorium sebagai bagian dari upaya tanggap darurat pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya akses air minum bersih dan aman.
Mobil Arsinum merupakan inovasi BRIN yang dirancang untuk mengolah air keruh menjadi air siap minum sesuai standar Kementerian Kesehatan. Teknologi ini memungkinkan pemanfaatan berbagai sumber air, seperti air tanah, air PAM, air hujan, air laut, hingga air berlumpur akibat banjir.
Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian hadir secara langsung saat pengujian yang dilaksanakan pada 14 Desember 2025. Ia hadir untuk memastikan kualitas air hasil olahan Arsinum, baik dari aspek teknis maupun hasil pengujian laboratorium, guna menjamin kelayakan air yang dihasilkan untuk dikonsumsi masyarakat.
Secara teknis, mobil Arsinum memiliki kapasitas produksi hingga 10.000 liter air siap minum per hari atau sekitar 7 liter per menit, dengan biaya operasional produksi sekitar Rp2.500 per 20 liter.
Sistem ini dirancang portabel, tangguh, dan dapat beroperasi di daerah dengan keterbatasan infrastruktur. Proses pengolahan air pada Arsinum dilakukan melalui beberapa tahapan.
Pertama, oksidasi zat besi, mangan, dan logam valensi lainnya dengan injeksi kaporit atau kalium permanganat.
Selanjutnya dilakukan penyaringan skala makro menggunakan bag dan cartridge, diikuti penyaringan skala mikro melalui ultrafiltrasi. Sebagian air bersih kemudian diolah menggunakan membran brackish BWRO.
Tahap akhir meliputi kontrol pH, filtrasi lanjutan, serta sterilisasi menggunakan sinar ultraviolet. Pada tahap awal, BRIN mengirimkan tiga unit mobil Arsinum ke Sumatra, dengan distribusi dua unit ke wilayah Aceh Tamiang dan satu unit ke Tapanuli Tengah.
Selain mampu memproduksi air siap minum dalam jumlah besar di lokasi bencana, Arsinum juga dapat beroperasi dengan sumber energi dari genset. Desainnya yang sederhana namun kuat memungkinkan teknologi ini menjangkau wilayah terpencil dan sulit diakses.
Melalui pemanfaatan teknologi Arsinum, BRIN berharap dapat terus berkontribusi dalam penguatan kesiapsiagaan dan respons kebencanaan nasional berbasis riset dan inovasi, sekaligus memastikan akses air minum yang aman bagi masyarakat di situasi darurat. (Sumber: brin.go.id)
BRIN Pastikan Arsinum Layak Konsumsi bagi Warga Terdampak Banjir di Sumatra
