BNPB Perkuat Penanganan Darurat Tanah Longsor di Kabupaten Nunukan, 1.507 Warga Terisolasi

Loading

TechnologyIndonesia.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat dukungan dan pendampingan bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara serta Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam penanganan darurat bencana tanah longsor yang melanda Kecamatan Krayan Selatan pada Selasa (7/7/2026). Bencana tersebut menyebabkan akses utama menuju wilayah terdampak terputus dan mengisolasi sedikitnya 1.507 warga.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menginstruksikan jajaran Kedeputian Penanganan Darurat BNPB untuk segera mempercepat koordinasi sekaligus memberikan dukungan kepada pemerintah daerah. Langkah tersebut diambil menyusul hasil kaji cepat yang menunjukkan dampak longsor semakin meluas.

“Kami terus memantau perkembangan hasil kaji cepat di lapangan dan dalam kesempatan pertama saya perintahkan tim untuk menuju ke sana,” ungkap Kepala BNPB, Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan laporan terkini, tanah longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada wilayah dengan kondisi tanah labil. Material longsor menutup akses jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Krayan Barat dan Kecamatan Krayan Selatan sehingga mengisolasi 460 kepala keluarga atau 1.507 jiwa yang tersebar di 13 desa di Kecamatan Krayan Selatan.

Ketiga belas desa tersebut meliputi Desa Long Pa’sia, Liang Lunuk, Long Budung, Pa’ Dalan, Pa’ Urang, Pa’tera, Pa’ Sing, Long Pupung, Pa’ Upan, Long Birar, Pa’ Kaber, Pa’ Amai, dan Pa’ Ibang. Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan masih melakukan pendataan lanjutan terhadap warga terdampak.

Selain memutus akses jalan, tanah longsor juga menyebabkan jembatan penghubung antara Kecamatan Krayan Barat dan Kecamatan Krayan Selatan tidak dapat dilalui. Kondisi tersebut menghambat distribusi logistik, pasokan bahan bakar minyak (BBM), serta mobilitas masyarakat. Kendaraan pengangkut BBM dari Desa Long Bawan menuju Desa Long Kayu pun belum dapat beroperasi.

Gangguan juga terjadi pada layanan kelistrikan. Jika sebelumnya listrik dapat menyala hingga 12 jam setiap hari, kini pasokan listrik hanya dapat dinikmati selama empat jam, yakni mulai pukul 18.00 hingga 22.00 waktu setempat akibat terganggunya distribusi BBM untuk pembangkit listrik.

Sebagai langkah percepatan penanganan darurat, Bupati Nunukan telah menetapkan Keputusan Bupati Nunukan Nomor 478 Tahun 2026 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Tanah Longsor di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan. Status tanggap darurat berlaku selama 14 hari, terhitung mulai 15 hingga 28 Juli 2026, dan dapat diperpanjang sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Saat ini kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat terdampak meliputi pasokan BBM untuk operasional pembangkit listrik, obat-obatan, susu balita, serta kebutuhan pokok seperti beras dan bahan pangan lainnya.

BNPB bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi sekaligus mempercepat upaya pemulihan akses menuju wilayah yang masih terisolasi.

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu" Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *