Lindungi Ekosistem Laut, BRIN Kembangkan Pelapis Kapal Ramah Lingkungan

TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji pengembanganĀ natural sustainable coatingsĀ atau pelapis ramah lingkungan untuk sektor maritim. Upaya ini dilakukan sebagai respons atas dampak serius pelapis konvensional terhadap ekosistem laut.

Selama ini, pelapis kapal efektif melindungi dari korosi dan organisme laut yang menempel (biofouling). Masalahnya, pelapis tersebut mengandung bahan kimia beracun seperti tributyltin (TBT) dan biocide berbasis logam berat yang berkontribusi terhadap pencemaran laut. Beberapa zat bahkan telah dilarang secara global karena terbukti merusak sistem biologis organisme laut.Ā 

Periset Kelompok Riset Teknologi Bangunan Kelautan dan Lepas Pantai, Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) BRIN, Sahlan menyampaikan bahwa arah pengembangan teknologi pelapis kini mulai beralih ke bahan berbasis alami yang lebih aman dan berkelanjutan.

ā€œUntuk itu, BRIN mengembangkan material berbasis alam yang tidak hanya efektif melindungi permukaan, tetapi juga memiliki tingkat toksisitas yang jauh lebih rendah dan mudah terurai di lingkungan,ā€ ujar Sahlan pada Kamis (9/4/2026).

Dalam kajian tersebut, tim mengidentifikasi berbagai material potensial sepertiĀ chitosanĀ dan alginat, minyak nabati, serta biopolimer laut dan bahan bioinspirasi. Material-material ini dinilai mampu memberikan fungsi antifouling dan antikorosi.

Kemampuan tersebut bekerja melalui beberapa mekanisme utama, yang meliputi penghambatan adhesi awal mikroorganisme (anti-adhesive surfaces), pembentukan lapisan pelindung terhadap ion korosif, serta modifikasi energi permukaan untuk mengurangi interaksi dengan organisme fouling.

Sejalan dengan mekanisme pasif tersebut, beberapa sistem juga menunjukkan pendekatan aktif, seperti pelepasan senyawa alami antibakteri atau penggunaan struktur biomimetik yang meniru permukaan organisme laut.

Pendekatan ini bekerja dengan cara yang lebih cerdas, yakni menghambat organisme menempel atau membuat permukaan lebih mudah dibersihkan, bukan dengan meracuni lingkungan.

Meski menjanjikan, pengembanganĀ coatingĀ alami masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait daya tahan terhadap kondisi ekstrem di laut seperti air asin, gelombang, paparan sinar ultraviolet, serta gesekan mekanis.

Selain itu, aspek produksi skala besar, efisiensi biaya, serta pemenuhan standar regulasi internasional juga menjadi faktor penting yang perlu diatasi sebelum teknologi ini dapat diterapkan secara luas.Ā 

ā€œSecara konsep sudah sangat menjanjikan, tetapi performanya masih perlu terus ditingkatkan agar mampu bersaing dengan coating konvensional di lapangan,ā€ Sahlan menambahkan.Ā 

Di masa depan, riset coating ramah lingkungan diproyeksikan berkembang dengan mengintegrasikan teknologi seperti nanoteknologi untuk memperkuat material,Ā smart coatingsĀ yang mampu beradaptasi dengan lingkungan, serta pendekatan bioinspiratif yang meniru strategi alami organisme laut.

Pengembangan ini juga akan diarahkan pada uji skala lapangan (field-scale validation), standardisasi metode uji, serta integrasi dengan analisis keberlanjutan sepertiĀ life cycle assessmentĀ (LCA), guna memastikan bahwa coating alami benar-benar memberikan manfaat lingkungan secara menyeluruh.

Kolaborasi antara akademisi, industri, dan regulator juga menjadi kunci untuk mempercepat transisi dari tahap penelitian menuju implementasi industri. Dengan pendekatan ini,Ā coatingĀ alami berpotensi menjadi solusi utama dalam mendukung industri maritim yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

BRIN berharap inovasi ini dapat mendorong transformasi industri maritim menuju praktik yang lebih berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem laut sebagai sumber kehidupan di masa depan.Ā (Sumber: brin.go.id)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author