BRIN dan TVEL Rosatom Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia

TechnologyIndonesia.id – Pengelolaan limbah radioaktif yang aman, andal, dan berkelanjutan menjadi salah satu prioritas nasional dalam menjaga keselamatan manusia serta kelestarian lingkungan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperluas kolaborasi internasional, khususnya dalam pengembangan teknologi dan fasilitas pengelolaan limbah.

Untuk memperkuat kapasitas riset nasional sekaligus membuka peluang transfer teknologi, BRIN menerima kunjungan delegasi TVEL Rosatom, perusahaan nuklir asal Rusia, di Gedung 720 Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BJ Habibie, Serpong, Kamis (11/12/2025).

Kepala Pusat Riset Teknologi Bahan Nuklir dan Limbah Radioaktif (PRTBNLR) BRIN, Maman Kartaman Ajiriyanto menjelaskan bahwa saat ini pihaknya berfokus untuk berkolaborasi dalam hal teknologi pengelolaan limbah radioaktif, termasuk juga fasilitasnya.

“Rosatom sendiri memiliki banyak sekali teknologi termasuk pengelolaan limbah radioaktif dengan skala kecil dan teknologi fabrikasi bahan bakar reaktor baik riset ataupun reaktor daya,” ujar Maman dikutip dari laman brin.go.id pada Senin (15/12/2025).

Maman menambahkan, beberapa riset BRIN memiliki kesesuaian langsung dengan kapabilitas TVEL Rosatom, sehingga peluang co-development sangat terbuka.

“Kita berharap ke depannya ada co-development, berupa pengembangan perangkat baru. Teknologi yang dimiliki Rosatom bisa diterapkan ditempat kita, tentunya disesuaikan dengan kondisi yang ada di tempat kita,” ujar Maman. 

Ia menekankan, perlunya para periset BRIN dilibatkan dalam co-development ini, sehingga tidak bergantung penuh pada teknologi luar.

Head of Foreign Business Development Group TVEL Rosatom, Stepan Kirillov menyambut positif peluang kerja sama untuk meningkatkan kemampuan teknologi kedua negara, terutama dalam pengolahan limbah radioaktif.

“Kami siap membantu memperluas kapasitas pengolahan limbah yang dapat ditangani di Indonesia,” jelasnya. Stepan juga menekankan pentingnya menyusun perjanjian atau memorandum of understanding untuk memperkuat kemitraan ini.

Dekontaminasi dan Pengolahan Limbah

Dalam sesi presentasi, Koordinator Kelompok Riset Teknologi Pengelolaan Limbah Radioaktif BRIN, Hendra Adhi Pratama memaparkan kebutuhan mendesak terkait rencana dekontaminasi fasilitas riset di Instalasi Pengolahan Limbah Radioaktif.

“Ada rencana penonaktifan dan  dekontaminasi beberapa fasilitas di BRIN. Saat ini kami terbuka untuk kolaborasi dengan pihak luar termasuk akademik. Program ini harus dilakukan dengan cepat namun tetap aman,” kata Hendra.

Ia juga menyoroti meningkatnya volume limbah radioaktif pasca penanganan kasus kontaminasi di Cikande. Proses dekontaminasi tersebut menghasilkan tambahan limbah dalam jumlah signifikan yang hingga kini belum sepenuhnya diolah secara optimal.

Karena itu, diperlukan solusi menyeluruh, termasuk manajemen dan teknologi pengolahan limbah, untuk mengatasi permasalahan ini.

Selain itu, BRIN saat ini belum memiliki fasilitas terpadu untuk mengelola limbah bahan bakar nuklir secara utuh. Pengembangan teknologi reprocessing dan pengolahan limbah bahan bakar masih berada pada tahap riset.

Kunjungan delegasi TVEL Rosatom ditutup dengan peninjauan fasilitas pengolahan limbah radioaktif milik BRIN di Gedung 50 dan 38 KST BJ Habibie Serpong, untuk memberi gambaran potensi kerja sama teknologi yang lebih luas ke depannya. (Sumber: brin.go.id)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author