Terancam Punah, BRIN Jaga Kelestarian Palem Nyabah dengan Genome Sequencing

TechnologyIndonesia.id – Tanaman endemik Bali, palem nyabah (Pinanga arinasae), kini berada dalam kondisi terancam punah. Keberadaannya yang terbatas di kawasan dataran tinggi seperti Bedugul dan Jatiluwih menjadikan palem ini sangat rentan terhadap perubahan lingkungan dan tekanan aktivitas manusia.

Peneliti Pusat Riset Botani Terapan (PRBT), Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan (ORHL), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arief Priyadi menyampaikan bahwa kondisi tersebut mendorong perlunya langkah konservasi berbasis ilmiah untuk memastikan kelestariannya di masa depan.

Arif menerangkan bahwa daun palem ini dimanfaatkan sebagai bahan upacara adat Hindu di Bali. Selain berfungsi sebagai tanaman hias, daunnya yang masih muda dapat di konsumsi, dan buahnya sebagai pengganti pinang.

Sebagai upaya konservasi, para periset Kelompok Riset Genetika Tumbuhan, Pusat Riset Botani Terapan (PRBT), menggunakan genome sequencing atau pengurutan genom demi menjaga kelestarian palem nyabah.

Genome sequencing (pengurutan genom) merupakan proses pembacaan seluruh informasi genetik atau asam deoksiribonukleat (ADN/DNA) yang terkandung dalam organisme.

“Bagi palem nyabah, metode ini bukan sekadar riset akademis, melainkan upaya mendesak untuk memahami fondasi biologisnya yang belum pernah dilakukan sebelumnya pada tanaman ini,” imbuh Arif dikutip dari laman brin.go.id pada Kamis (29/1/2026).

Metode Pengurutan Genom

Metode pengurutan genom dilakukan dengan mengambil sampel daun segar pada tanaman. Hal ini diperlukan mendapatkan sekuen yang kemudian dianotasi (diberi keterangan) dan disimpan di repositori GenBank, National Center for Biotechnology Information (NCBI) sehingga bisa diakses oleh publik internasional.

Dengan demikian semua pihak yang memerlukannya bisa mengakses dan mengunduh sekuen tersebut dalam format standar, seperti fasta, genbank, dan rangkumannya. Pengguna dapat melakukan analisis ulang ataupun membandingkan dengan data serupa yang dimilikinya.

Penerapan pengurutan genom merupakan langkah nyata dan memiliki manfaat dalam identifikasi keragaman hayati. Selain itu, juga optimalisasi metode konservasi, dan menjadi basis data ilmiah terstruktur sebagai cetak biru dalam bank data digital abadi.

“Jika populasi di alam liar terancam kepunahan, cetak biru genetiknya tetap tersimpan sebagai referensi ilmiah untuk potensi reintroduksi di masa depan,” tambahnya.

Ni Putu Sri Asih, Periset Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) menerangkan bahwa genom kloroplas Pinanga arinasae telah berhasil dikarakterisasi dan dibandingkan dalam subfamili Arecoideae.

Temuan ini membantu menjembatani kesenjangan pengetahuan dalam filogenetika palem. Penanda molekuler yang dihasilkan dapat menjadi alat yang hemat biaya untuk menilai keanekaragaman genetik serta mendukung upaya konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan.

“Dengan pembacaan seluruh informasi genetik atau ADN/DNA pelem nyabah, diharapankan dapat bermanfaat untuk studi dan pemanfaatan lebih lanjut untuk kelestarian tanaman ini,” tutupnya. (Sumber: brin.go.id)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author