![]()
TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Brawijaya dan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) berhasil mengembangkan metode berbasis komputer untuk memprediksi pergerakan dan kelangsungan hidup larva ikan lemuru (Sardinella lemuru) di Selat Bali.
Inovasi tersebut kini telah mendapatkan Sertifikat Paten Sederhana dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Sertifikat diberikan pada 5 Agustus 2026 dengan Nomor Paten IDS000014767.
Paten sederhana ini berjudul “Metode yang Diimplementasikan Komputer untuk Prediksi Transpor dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) di Selat Bali melalui Pemodelan Hidrodinamika Dua Dimensi Terbatas Suhu.” Perlindungan paten berlaku selama 10 tahun sejak tanggal penerimaan permohonan, yakni 28 Oktober 2024.
Invensi ini dikembangkan oleh Ir. Aida Sartimbul, M.Sc., Ph.D.; Prof. Dr. Ing. Widodo Setiyo Pranowo, S.T., M.Si.; M. Arif Zainul Fuad, S.Kel., M.Sc.; Feni Iranawati, S.Pi., M.Si., Ph.D.; Victor Adi Winata; Tarisa Lestari Ayuningsih; dan Agung Kurniawan, S.Tr.SIG.
Kolaborasi tersebut menggabungkan kepakaran dalam bidang oseanografi, pemodelan, perikanan, dan teknologi untuk menghasilkan metode prediksi yang dapat digunakan dalam memahami dinamika awal kehidupan ikan lemuru di perairan Selat Bali.
Peneliti Ahli Utama, Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Widodo Setiyo Pranowo menjelaskan bahwa metode yang dipatenkan mengintegrasikan data arus laut, suhu laut, angin, dan pasang surut untuk membentuk model hidrodinamika dua dimensi.
“Keunggulan metode ini terletak pada penggunaan fungsi pembatas suhu optimum yang dapat memengaruhi pergerakan serta probabilitas kelangsungan hidup larva sepanjang lintasan transpor,” ujar Widodo.
Melalui pendekatan tersebut, larva tidak hanya dimodelkan berdasarkan pergerakan arus laut, tetapi juga mempertimbangkan kondisi suhu perairan yang sesuai bagi kelangsungan hidupnya.
Model menggunakan kisaran suhu optimum larva ikan lemuru sebagai salah satu parameter untuk memodifikasi kecepatan transpor dan menghitung probabilitas kelangsungan hidup larva.
Hasil pemodelan dapat memberikan sejumlah informasi penting, antara lain distribusi spasial larva, zona suhu optimum, indeks retensi larva, jalur transpor larva berbobot suhu, serta zona potensial rekrutmen ikan. Informasi tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dinamika awal kehidupan ikan lemuru di perairan Selat Bali.
Pengembangan metode ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami pengaruh kondisi oseanografi terhadap sebaran dan kelangsungan hidup ikan lemuru. Karakteristik perairan Selat Bali, khususnya suhu dan arus laut, memiliki peran penting terhadap distribusi biota serta dinamika stok ikan.
Perubahan kondisi lingkungan dan tekanan penangkapan mendorong perlunya metode prediksi yang mampu mengintegrasikan aspek fisik laut dan respon biologis larva dalam satu kerangka komputasi.
”Melalui invensi ini, pemodelan transpor larva ikan dikembangkan dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dibandingkan metode konvensional. Integrasi faktor hidrodinamika dan suhu diharapkan dapat meningkatkan akurasi dalam mengidentifikasi wilayah potensial bagi kelangsungan hidup dan rekrutmen ikan,” paparnya.
Capaian paten ini menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi hasil riset melalui pelindungan kekayaan intelektual. Invensi tersebut juga membuka peluang pemanfaatan teknologi pemodelan berbasis data untuk mendukung pengelolaan sumber daya perikanan yang lebih berbasis sains dan berkelanjutan.

