Jakarta, Technology-Indonesia.com – Korem 033/Wira Pratama Tanjungpinang bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Riau (BPTP Kepri) dan Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tanjungpinang menggelar panen kedelai di kebun ketahanan pangan Korem 033/WP Tanjungpinang pada Selasa (18/8/2020). Kebun kedelai seluas 0,5 hektare (ha) yang dipanen ini merupakan kerja sama antara Korem 033/Wira Pratama Tanjungpinang dengan BPTP Kepri.
Panen kedelai menjadi bagian dari upaya Korem 033/Wira Pratama Tanjungpinang dalam menjaga ketahanan pangan di Kota Tanjungpinang, sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat untuk dapat berperan aktif menghasilkan bahan pangan pada masa pemulihan ekonomi di era tatanan kehidupan baru.
Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 033/WP Tanjungpinang, Kolonel Inf Persada Alam menyampaikan bahwa menjaga ketahanan pangan menjadi salah satu tugas yang diemban oleh militer dalam konteks pertahanan semesta.
“Kita telah memetakan potensi pertanian di seluruh wilayah Indonesia untuk mengetahui kondisi ketahanan pangan. Penanaman kedelai disini meskipun kecil diharapkan mampu menjadi awal semangat kita untuk terus aktif menghasilkan bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat,” ungkap Persada.
Hal senada juga disampaikan Ka. Si. KSPP BPTP Kepri, Ahmad Misbah yang menjelaskan bahwa meskipun Kepri dikenal sebagai daerah maritim dan bukan pertanian, namun kondisi pandemi telah menyadarkan kita betapa pentingnya menjaga ketahanan pangan.
“Kebun ketahanan pangan Korem ini menjadi contoh bagi kita bahwa dengan keterbatasan lahan pun kita masih tetap dapat menghasilkan produk pertanian yang kita butuhkan,” jelas Misbah.
Kebun kedelai seluas 0,5 ha yang dipanen ini merupakan hasil kerja sama antara Korem 033/Wira Pratama Tanjungpinang dengan BPTP Kepri. Tim BPTP Kepri terus mendampingi Korem 033/WP mulai dari pengolahan lahan, perawatan, hingga panen.
BPTP Kepri mengenalkan teknologi Turiman (Tumpang Sari Tanaman) jagung dan kedelai. Tanaman jagung dan kedelai cocok untuk dibudidayakan dengan cara tumpang sari karena karakteristik kedua tanaman yang bersimbiosis mutualisme dan tidak saling bersaing dalam konsumsi nutrisi untuk pertumbuhannya.
Kondisi lahan di kebun ketahanan pangan Korem 033/WP merupakan lahan masam dan marginal sehingga dibutuhkan perbaikan fisik dan kimia tanah. Menghadapi kondisi lahan demikian,varietas kedelai yang ditanam adalah varietas unggul baru (VUB) Dega-1 dan Grobogan yang memiliki keunggulan berupa tahan lahan masam dan produktivitasnya tinggi. Produktivitas VUB kedelai tersebut pada lahan subur dapat mencapai 3,0 ton/ha, sementara di lahan masam hanya 1,5-2,0 ton/ha.
Tim BPTP Kepri dalam pendampingan budidaya kedelai ini berupaya melakukan optimalisasi lahan untuk menjaga risiko gagal panen dengan manajemen pemupukan yang sesuai. Sebelum tanam, persiapan lahan dilakukan dengan aplikasi dolomit dengan takaran 1,5-2,0 ton/ha dan pupuk kandang 2-3 ton/ha. Saat pemeliharaan hingga panen diberikan pupuk kimia Phonska 300 kg/ha sebanyak tiga kali.
Persada Alam berharap ke depan BPTP Kepri tetap mendampingi kebun ketahanan pangan Korem 033/WP dengan diseminasi teknologi-teknologi spesifik lainnya yang dapat diterapkan dan mudah dicontoh oleh masyarakat Kota Tanjungpinang.
Panen Kedelai di Kebun Ketahanan Pangan Korem 033/WP Tanjung Pinang
