TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus berupaya memperkuat ketahanan pangan daerah melalui riset dan inovasi. BRIN melalui Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) mendorong pemanfaatan beras merah lokal dari Yogyakarta yaitu varietas Segreng Handayani sebagai bahan pangan alternatif.
Untuk itu PRTPP BRIN menggelar pelatihan UMKM untuk memproduksi camilan Mie Segreng Handayani ready to eat di Desa Ngawu Playen Yogyakarta, Selasa (2/9/2025).
Peneliti PRTPP, Heni Purwaningsih menjelaskan, mie ini diperoleh dari campuran komposisi tepung beras merah Segreng Handayani, tepung tempe, tepung maizena, dan pati modifikasi. Hasil olahannya berupa camilan renyah dan aman dikonsumsi, serta kaya serat.
“Beras merah merupakan beras yang hanya mengalami proses penggilingan minimal, sehingga masih memiliki lapisan dedak (bran) dan germ. Sedangkan warna merahnya berasal dari pigmen alami antosianin yang kaya akan antioksidan,“ ujar Heni.
Berdasarkan hasil riset yang telah ia lakukan bersama timnya, varietas Segreng Handayani memiliki potensi paling besar untuk menurunkan kadar gula darah, karena kandungan phytosterolnya mencapai 2,5% dengan serat pangan 5,59%.
“Varietas ini juga memiliki indeks glikemik rendah yaitu 50,5, sehingga aman untuk penderita diabetes,” tambahnya.
Terkait diversifikasi produk, olahan berbasis beras merah telah dibuat menjadi berbagai produk modern seperti beras instan. Kemudian, tepung, minuman flake, mie siap saji, biskuit, cracker, hingga rengginang.
“Salah satu inovasi menarik adalah mie siap saji berbahan beras merah karena dibuat dengan campuran tepung beras, tepung tempe, isolat protein kedelai, bahan lainnya. Produk ini diharapkan dapat menjadi alternatif pangan sehat sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani lokal,“ ujarnya.
Setelah para peserta mendapatkan penjelasan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan camilan Mie Segreng Handayani ready to eat yang didampingi oleh periset PRTPP Alit Pangestu dan Yessy Anna Pratiwi.
“Kami berharap, melalui pelatihan diversifikasi pangan berbasis beras merah ini, para peserta dapat mendukung pangan lokal yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan pangan di Gunungkidul,” pungkasnya.
Pelatihan ini terselenggara atas kolaborasi antara PRTPP BRIN dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gunungkidul. Pelatihan diikuti oleh anggota UKM PUTRI sebanyak 21 orang dan 35 peserta Magang Usaha Tani dari Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S). (Sumber: brin.go.id)
BRIN Kembangkan Beras Merah Segreng Handayani sebagai Pangan Sehat dan Kaya Manfaat
