BRIN Kupas Potensi Logam Tanah Jarang hingga Zirkon untuk Masa Depan Industri Indonesia

Loading

TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset sumber daya mineral strategis Indonesia melalui penyelenggaraan Webinar DiGDaya (Diskusi Geologi Sumber Daya) #24 yang mengusung tema “Kajian Terpadu Sistem Mineral Indonesia: Endapan Logam Tanah Jarang, Sumber Daya Zirkon, dan Evolusi Geokimia Batuan Magmatik”.

Forum ilmiah ini sebagai upaya mendorong pengelolaan mineral nasional yang berkelanjutan sekaligus mendukung perkembangan industri berteknologi tinggi.

Webinar yang digelar secara hybrid dari Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Samaun Samadikun, Bandung, pada Rabu (5/8/2026), menghadirkan para peneliti, akademisi, pemerintah, hingga pelaku industri untuk membahas perkembangan terbaru di bidang geologi sumber daya.

Webinar DiGDaya #24 menghadirkan tiga topik utama, yaitu potensi logam tanah jarang di wilayah Bangka Belitung, pengolahan dan hilirisasi sumber daya zirkon, serta kajian umur dan karakteristik geokimia batuan andesit di Pacitan.

Ketiga topik tersebut merepresentasikan keterkaitan antara proses geologi, karakterisasi mineral, hingga pengembangan teknologi pemanfaatan sumber daya mineral yang bernilai tambah.

Kepala PRSDG BRIN, Iwan Setiawan, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya mineral yang sangat besar dan perlu didukung oleh riset yang komprehensif agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Iwan menyampaikan bahwa logam tanah jarang, zirkon, dan mineral ikutannya memiliki peran yang semakin penting dalam mendukung perkembangan teknologi maju, transisi energi, serta peningkatan daya saing industri nasional.

“Karena itu, penguatan riset, kolaborasi, dan diseminasi hasil penelitian menjadi langkah penting untuk mendukung pengelolaan sumber daya mineral Indonesia yang berbasis ilmu pengetahuan,” ujar Iwan.

Webinar DiGDaya merupakan forum ilmiah yang mempertemukan peneliti, akademisi, pemerintah, dan pelaku industri untuk mendiskusikan berbagai hasil kajian terkini di bidang sumber daya geologi.

Menurut Iwan, sinergi lintas disiplin menjadi kunci dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan eksplorasi, pengolahan, hingga hilirisasi mineral strategis di Indonesia.

Sejalan dengan tema yang diangkat, webinar ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai sistem mineral Indonesia, khususnya terkait karakteristik geologi, mineralogi, dan geokimia logam tanah jarang, zirkon, dan mineral ikutannya sekaligus mengkaji hubungan evolusi batuan magmatik terhadap potensi mineralisasi.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong integrasi pendekatan geologi, geokimia, dan teknologi pengolahan mineral dalam mendukung pemanfaatan sumber daya mineral secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan Webinar DiGDaya #24, PRSDG BRIN berharap tercipta ruang diskusi yang produktif dalam memperkuat kolaborasi riset kebumian sekaligus memperluas pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung pengelolaan sumber daya mineral nasional yang berkelanjutan, bernilai tambah, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan serta perkembangan teknologi di masa depan.

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu" Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *