Denpasar, Technology-Indonesia.com – Teknologi telah meresap dan mengubah kebiasaan-kebiasaan manusia. Cepatnya kemunculan disrupsi teknologis senantiasa membuka kesempatan baru memecahkan berbagai persoalan di berbagai sektor yang belum pernah terselesaikan. Bagi Indonesia, kemajuan teknologi akan sangat membantu mengatasi masalah dalam mencapai cita-cita kemerdekaan.
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Jumain Appe mengatakan selama periode pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla, kita menjalankan proses inovasi melalui penguatan-penguatan kegiatan penelitian dan pengembangan serta pengkajian dan penerapan teknologi. Hal ini akan diperkuat pada periode yang akan datang.
“Sehingga dalam rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional pada tahun ini kita melakukan rapat koordinasi untuk menetapkan dan merumuskan berbagai langkah-langkah kebijakan, program dan sumber daya agar penguatan inovasi ini kedepan berjalan dengan lebih baik untuk menghasilkan produk-produk inovasi yang memberikan dampak ekonomi,” kata Jumain saat penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2019 di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Bali pada Selasa (27/8/2019).
Rapat yang berlangsung pada 26-27 Agustus 2019 ini digelar oleh Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti untuk membahas berbagai materi sarat dengan perihal kebijakan iptek nasional dan membicarakan banyak hal vital yang penting bagi publik ketahui.
Salah satu tujuan Rakornas, lanjutnya, adalah menciptakan momentum menyiapan kontribusi lintas sektoral pemerintahan, perguruan tinggi, dan industri untuk mengisi Rancangan Undang-Undang (UU) Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) yang telah disetujui menjadi UU dalam rapat paripurna DPR RI pada Selasa (16/7/2019). Dengan sasaran tersebut, Rakornas ini diharapkan menjadi titik awal koordinasi kuat agar rencana induk pemajuan iptek menjadi acuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, sebagaimana telah RUU Sisnas Iptek telah amanatkan.
“Karena Undang-Undang Nomor 11 tahun 2019 tentang Sisnas Iptek mengamanatkan bahwa iptek ini harus menjadi landasan pembangunan nasional di masa yang akan datang, kita harus optimalisasi bagaimana penguatan inovasi yang dilakukan supaya ini lebih operasional,” kata Jumain.
Dalam semangat kolaboratif antar lembaga, salah satu isu strategis kebijakan publik yang Rakornas 2019 akan bicarakan adalah mengenai alih teknologi. Konseptualisasi kebijakan alih teknologi sepatutnya mewujudkan mekanisme agar aktor-aktor industri menyerap manfaat kemajuan iptek dunia, melalui proses pemilihan, akuisisi, adaptasi, aplikasi, hingga ke taraf ekspansi dan pengembangan lanjutan teknologi. Efektivitas alih teknologi tersebut dapat terwujud antara lain bila Kemenristekdikti mendapat peran yang memiliki otoritas pendanaan atas suatu pusat kolaborasi dalam Program Unggulan (Flagship) Nasional.
Selaras dengan isu alih teknologi, Rakornas juga menggulirkan diskusi bagaimana lembaga penelitian dan pengembangan menjalankan peran aktif memperkuat paradigma standarisasi industri agar menjadi faktor keunggulan kompetitif bersama. Selain itu, Rakornas juga mengangkat isu strategis bagaimana pemerintah memberikan keadilan bagi inovator lokal agar bisa mengakses pasar yang ada di pengadaan barang jasa negara.
Pengadaan barang jasa di institusi-institusi negara dapat menjadi kebijakan inovasi berbasis permintaan untuk memberikan pasar pasti (captive market) bagi warga Indonesia yang berkerja menjadi inovator teknologi. Untuk itu, lembaga negara perlu memberikan pendampingan agar inovator dari Indonesia berkesempatan masuk pada e-katalog.
Untuk menjalankan arahan Presiden Joko Widodo agar semua kementerian memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM), isu mobilitas SDM litbang iptek dari lemlitbang dan perguruan tinggi ke badan usaha juga menjadi topik penting di Rakornas 2019. SDM iptek Indonesia perlu mendapat kesempatan lebih luas mengintegrasikan karirnya di dunia usaha agar mereka bisa aktif ikut meningkatkan atmosfir kompetisi industri nasional.
Kebutuhan penguasaan iptek ada di semua lapisan dan bidang pemerintahan. Selain perwakilan domain pemerintahan dan BUMN, Rakornas menghadirkan pembicara-pembicara berlatarbelakang industri swasta dan perguruan tinggi. Rakornas ini diharapkan menjadi jendela bagi media untuk menyaksikan komitmen pemerintah menciptakan kebijakan efektif agar negara mencapai tujuan-tujuannya.