BRIN Goes to Society: Mendekatkan Riset dan Inovasi agar Manfaatnya Dirasakan Masyarakat

TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus berupaya memastikan hasil penelitian tidak hanya tersimpan di laboratorium, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program BRIN Goes to Society, sebuah ajang yang mempertemukan publik secara langsung dengan berbagai hasil riset dan inovasi karya anak bangsa.

Kegiatan yang berlangsung pada 1–7 Juni 2026 di AEON Mall Sentul, Bogor, Jawa Barat, ini menjadi bagian dari strategi BRIN untuk memperluas akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus mempercepat pemanfaatan hasil riset nasional.

Kepala BRIN, Arif Satria mengatakan bahwa BRIN Goes to Society merupakan wujud komitmen BRIN dalam memperluas akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, berbagai hasil riset yang selama ini dikembangkan oleh para peneliti harus mampu menjawab kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui BRIN Goes to Society, kami ingin menunjukkan bahwa riset dan inovasi bukan sesuatu yang jauh dari masyarakat. Berbagai teknologi dan produk hasil penelitian yang kami tampilkan merupakan solusi nyata yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Arif Satria, Sabtu (06/06/2026).

Ia menjelaskan bahwa pameran yang digelar di pusat-pusat keramaian seperti mal dipilih sebagai pendekatan baru dalam komunikasi sains. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat berinteraksi secara langsung dengan hasil riset, berdialog dengan para peneliti, serta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat ilmu pengetahuan dan inovasi.

Rumah Inovasi Indonesia Jadi Etalase Hasil Riset Nasional

Arif menambahkan, BRIN akan terus memperluas kegiatan serupa ke berbagai daerah di Indonesia. Selain pameran, BRIN juga menghadirkan Rumah Inovasi Indonesia, sebuah ruang kolaborasi yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, industri, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Melalui fasilitas tersebut, berbagai pihak dapat mengenal lebih dekat inovasi yang telah dihasilkan BRIN sekaligus membuka peluang kerja sama untuk pemanfaatan teknologi hasil penelitian.

“Kami ingin membangun budaya inovasi di tengah masyarakat. Rumah Inovasi Indonesia menjadi etalase yang memperlihatkan bagaimana riset dapat diterjemahkan menjadi solusi yang berdampak bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Bagian dari Ekosistem Hilirisasi Riset BRIN

Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah BRIN, Driszal Fryantoni menjelaskan bahwa BRIN Goes to Society merupakan salah satu bagian penting dalam ekosistem hilirisasi riset yang dikembangkan BRIN.

Program tersebut melengkapi berbagai inisiatif lain seperti BRIN Goes to Industry, BRIN Goes to Campus, BRIN Goes to School, dan BRIN Goes to Villages.

Menurut Driszal, melalui kegiatan ini BRIN tidak hanya menampilkan produk-produk inovasi, tetapi juga menghadirkan berbagai forum edukatif yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk memahami proses dan manfaat riset. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami nilai ilmu pengetahuan yang melatarbelakanginya.

“Pameran ini dirancang agar masyarakat dapat melihat secara langsung berbagai produk hasil riset BRIN yang berpotensi menjadi solusi atas persoalan di bidang pangan, lingkungan, kesehatan, hingga ekonomi kreatif,” jelas Driszal.

Salah satu agenda yang menarik perhatian pengunjung adalah talkshow “Sawit Beyond Oil: Inovasi untuk Warisan Budaya”, yang memperkenalkan hasil riset BRIN berupa bahan pengganti malam untuk membatik yang berasal dari produk samping industri kelapa sawit.

Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bahan baku yang lebih mudah diperoleh dan berkelanjutan bagi para perajin batik.

BRIN juga menghadirkan talkshow LAHSAMOR: Inovasi Sederhana Berdampak Besar, yang membahas pemanfaatan teknologi sederhana untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna.

Topik lain yang mendapat perhatian pengunjung adalah Pangan Sehat dari Kekayaan Laut Nusantara, yang memperkenalkan potensi sumber daya kelautan Indonesia sebagai bahan pangan bergizi.

Topik lainnya yaitu Wewangian Nusantara: Sains di Balik Aroma Indonesia, yang mengangkat riset mengenai pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia untuk industri parfum dan produk aroma berbasis bahan alami. (Sumber: brin.go.id)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author