BRIN dan PT PAL Perkuat Kolaborasi Kembangkan Green Shipyard untuk Industri Maritim Ramah Lingkungan

Loading

TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT PAL Indonesia memperkuat kolaborasi dalam pengembangan Green Shipyard atau Galangan Kapal Hijau sebagai langkah strategis untuk mewujudkan industri maritim nasional yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan efisiensi energi, pengendalian limbah, produktivitas, serta penerapan teknologi ramah lingkungan di industri galangan kapal. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari transformasi menuju konsep smart and green port yang kini semakin dibutuhkan dalam industri maritim dunia.

Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, menegaskan bahwa Green Shipyard harus menjadi salah satu target utama PT PAL agar industri galangan kapal nasional mampu memenuhi standar lingkungan internasional.

Green Shipyard harus menjadi salah satu target utama PT PAL. Jika galangan mampu memenuhi standar lingkungan, produk yang dihasilkan juga akan memiliki peluang lebih besar untuk diterima di pasar internasional,” jelas Amarulla di PT PAL Surabaya pada Rabu (29/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa tuntutan terhadap industri maritim yang lebih ramah lingkungan terus berkembang seiring dengan regulasi global. Apabila galangan kapal nasional tidak beradaptasi dengan standar tersebut, peluang untuk memasuki pasar tertentu, khususnya di Eropa dan Amerika, dapat semakin terbatas.

Menurut Amarulla, BRIN memiliki teknologi dan kompetensi yang dapat mendukung PT PAL melalui pengujian, pemodelan, dan simulasi untuk meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

“Konsep green shipyard merupakan bagian dari konsep besar smart and green port. Karena itu, kita perlu mempersiapkannya sejak sekarang agar produk industri maritim nasional dapat memenuhi tuntutan pasar global,” tambahnya.

Green Shipyard Tingkatkan Produktivitas hingga 20 Persen

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) BRIN, Buana Ma’ruf menjelaskan bahwa tim peneliti telah menyusun kajian dan pemodelan Green Shipyard berbasis metode Production-oriented Work Breakdown Structure (PWBS).

Kajian tersebut diarahkan untuk menghasilkan proses produksi yang lebih efisien dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

“Kami mencoba melihat green shipyard dari sisi produktivitas dan lingkungan. Di satu sisi terdapat tuntutan penggunaan energi hijau dan pengurangan emisi, sementara di sisi lain industri tetap harus mempertahankan produktivitas yang tinggi,” jelas Buana.

Menurutnya, penerapan green shipyard dapat memberikan sejumlah manfaat, antara lain menurunkan emisi karbon, menghemat energi, mengurangi limbah, meningkatkan produktivitas hingga 20 persen, serta menekan biaya produksi. Riset tersebut telah mendapatkan pendanaan dari LPDP selama tiga tahun.

“Kami berharap bekerja sama dengan PT PAL dalam pengembangan model green shipyard, dimana diantaranya mencakup production engineering, penyusunan standar, dan roadmap teknologi yang dibutuhkan untuk mendukung produksi kapal perang, kapal niaga, dan produk PT PAL lainnya,” ungkap Buana.

Ia menambahkan bahwa aspek lingkungan yang perlu diperhatikan mencakup kualitas udara dan air, pengelolaan limbah, manajemen energi, hingga keanekaragaman hayati. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memastikan penerapan green shipyard tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan industri.

PT PAL Sambut Positif Sinergi dengan BRIN

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyambut baik penguatan kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara BRIN dan PT PAL merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kemampuan industri galangan kapal nasional dalam menghadapi tantangan industri maritim global.

“BRIN sebagai saudara di pemerintahan harus bekerja sama lebih dalam lagi. Kami sangat terbantu untuk mewujudkan green shipyard ketika BRIN dan PT PAL dapat bersama-sama terjun dalam pengembangannya,” ujar Kaharuddin.

Melalui kolaborasi tersebut, BRIN dan PT PAL berupaya membangun model green shipyard yang sesuai dengan kebutuhan industri nasional. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat daya saing PT PAL sekaligus mendorong transformasi industri galangan kapal Indonesia agar lebih efisien, ramah lingkungan, dan mampu memenuhi standar pasar global. (Sumber: brin.go.id)

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu" Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *