KKP Mantapkan Persiapan OOC 2018 dengan LSM ‘Ocean Conservancy’

Kementerian Kelautan dan Perikanan melibatkan LSM Internasional, Ocean Conservacy, dalam perhelatan Our Ocean Conference (OOC) di Bali tahun ini (29-30 Oktober).

“Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari pertemuan Sekjen KKP dengan Vice President Ocean Conservancy di Meksiko di sela-sela World Ocean Summit 2018 beberapa waktu lalu. Perwakilan OC yang datang Ms. Susan, Managing Director dan Kiandra sebagai International Relation Officer OC,” kata Sapta Putra Ginting, Kasubdit Restorasi DJPRL. Sementara, KKP diwakili Sesditjen Pengelolaan Ruang Laut, Agus Dermawan, Kasubdit Restorasi DJPRL, Sapta P. Ginting, Kabag Regional dan Multilateral BKSH, Kasubag Kerja Sama DJPRL, Kasubag Multilateral BKSH dan staf sekretariat OOC 2018 di Jakarta.

Ocean Conservancy adalah LSM yang berbasis di Washington DC yang berfokus pada kegiatan konservasi laut terkait pengelolaan dan penanggulangan sampah laut. “Ocean Conservancy sejak 2014 selalu hadir pada pertemuan OOC dan selalu menunjukkan komitmennya pada isu sampah laut,” sebut Sapta di Jakarta, minggu lalu (27/3/2018). .

Menurut Sapta, pada pertemuan tersebut, diperoleh informasi bahwa Ocean Conservancy mempunyai program International Beach Clean Up yang akan diselenggarakan pada bulan September yang dapat dijadikan pre-event untuk OOC 2018.

OC bahkan telah mengembangkan sebuah aplikasi mobile untuk mendata jenis sampah yang ditemui saat aksi bersih pantai. Selain itu, juga berkomitmen untuk membantu dalam bidang pendanaan sehingga dapat diakses oleh pihak yang membutuhkan kerjasama program.

“Ocean Conservancy dapat memberikan dana bantuan terkait program-program yang dapat menyelesaikan permasalahan laut. Selain itu, pada pertemuan OOC 2018, mereka berencana mengadakan eksibisi dengan menampilkan aplikasi mobile pendataan sampah laut termasuk temuan atau inovasi pendataan sampah laut selama ini,” papar Sapta..

Menurut Sapta, OOC 2018  bakal menghadirkan pemimpin-pemimpin dunia dalam bidang kelautan tersebut adalah ajang strategis untuk membuka peluang kerja sama, berbagi kreasi, inovasi dan agenda menjamin keberlanjutan fungsi laut untuk kehidupan manusia.

Tahun lalu, bertempat di Brussels, Belgia, di Desember 2017, Indonesia diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Rifky Effendi Hardijanto telah berkonsultasi dan ‘hand over’ pelaksanaan konferensi tersebut dengan pengarah OOC dari Komisi Uni Eropa.

Ditulis Ulang dari www.maritimnews.go.id

You May Also Like

More From Author