Indonesia Peringkat 4 Pengidap TB Terbesar di Dunia

JAKARTA¬† — Tuberkulosis atau TB sudah menjadi bahaya kesehatan global. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, Indonesia berada di peringkat 4 negara dengan pengidap TB terbesar di dunia di bawah China, India dan Afrika Selatan. Ada 460.000 kasus TB baru setiap tahunnya dengan prevalansi 297/100.000 orang.

“Indonesia bisa berada di peringkat 4 karena penduduk yang besar dan banyak. Padahal angka pengidap TB terus menurun setiap tahunnya,” ungkap Prof. Tjanda Yoga Aditama, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), terkait penyelenggaraan ‘2nd Forum Stop TB Partnership’, di Jakarta, yang berakhir Selasa (4/3).

Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, mengimbau masyarakat agar melakukan pencegahan dan pengobatan penyakit TB sedini mungkin. Semakin dini penyakit terdeteksi, semakin besar pula kemungkinan untuk sembuh.

“Jangan lupa juga untuk melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat. PHBS itu penting karena dapat mencegah banyak penyakit,” tandasnya.

Penyakit TB atau tuberculosis bisa disembuhkan dengan berobat. Kepatuhan penggunaan obat dan penggunaan obat yang teratur, menjadi kata kuncinya.

Jika masyarakat mengalami batuk berkepanjangan, segera periksakan diri ke dokter. Batuk merupakan peringatan atau warning dari tubuh bahwa ada gangguan di saluran pernapasan. “Batuk memang belum tentu tuberkulosis, namun kewaspadaan untuk sadar tuberculosis itu yang harus ditingkatkan,” tandasnya.

TB sendiri penyakit yang menginfeksi saluran pernapasan dan paru-paru. Gejala umum yang ditemui pada TB antara lain batuk parah, demam dan kehilangan berat badan secara terus menerus.

Sementara itu, Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Kesehatan, Kependudukan dan Keluarga Berencana, Emil Agustiono, menyebut, Wilayah Asia Tenggara dan Pasific Barat menyumbang 58% kasus TB di dunia pada 2012. Sebagaian besar negara BHCs (High Burden Countries) berada di wilayah Asia tenggara, Pasifik Barat, dan Mediteranian Timur.

“Pengendalian TB berkontribusi pada pencapaian indikator lainnya, terutama mewujudkan kesejahteraan rakyat,” tandasnya.

Pertemuan itu rangkaian kegiatan peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia atau Hari TB Sedunia yang diperingati setiap pada 24 Maret. Untuk tema global tahun ini ‘Amplify and Sustain Our TB Successes’ atau ‘Menggaungkan Kesuksesan Kita di Bidang TB secara Berkesinambungan’. (tety)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014).
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author