TechnologyIndonesia.id – Memasuki era kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) yang semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan akan perangkat komputasi berperforma tinggi semakin menguat, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi.
Mahasiswa, peneliti, dan institusi akademik kini dituntut memiliki teknologi yang mampu menunjang proses belajar, riset, dan pengembangan inovasi secara lebih cepat dan efisien.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, NVIDIA memperkuat perannya dalam ekosistem teknologi melalui kolaborasi akademik di beberapa kota. Di Batam (7-9 Januari 2026), NVIDIA menggandeng Politeknik Negeri Batam dan Universitas Internasional Batam.
Sementara di Padang (12-14 Januari 2026), kerja sama dijalin dengan Politeknik Negeri Padang serta Universitas Putra Indonesia (YPTK). Inisiatif ini juga memperkenalkan lini GeForce RTX™ Series terbaru yang dirancang untuk mendukung pembelajaran modern, riset tingkat lanjut, serta produktivitas kreatif.
Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan banyak talenta yang melek AI untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi dalam memecahkan masalah, bukan sekadar jalan pintas (shortcut) untuk menyelesaikan tugas kuliah.
“Peran universitas seperti Politeknik Negeri Batam menjadi strategis dalam mengembangkan talenta dan ekosistem AI,” ujar Adrian.
Kepala Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Batam, Ahmad Hamim Thohari menyampaikan bahwa AI merupakan tool yang mendukung produktivitas, tapi tetap memerlukan sentuhan dan pikiran manusia sebagai penggunanya.
“Kolaborasi manusia dengan AI manusia dapat meningkatkan produktivitas dan menciptakan solusi atas berbagai persoalan yang kompleks. Dengan kata lain AI membantu proses berpikir manusia,” tuturnya.
Direktur Politeknik Negeri Padang, Revalin Herdianto menyampaikan bahwa pihaknya telah menetapkan literasi digital sebagai standar kemampuan wajib bagi seluruh mahasiswa dan mengintegrasikan AI bukan hanya sebagai alat bantu, melainkan sebagai solusi menyeluruh dalam ekosistem teknologi modern.
“Kami siapkan kurikulum yang sesuai melalui mata kuliah literasi digital sebagai entry point dan project base learning sehingga mahasiswa tidak hanya berakhir sebagai pengguna saja, tetapi kembangkan solusi AI yang komprehensif untuk memecahkan suatu masalah,” ujar Revalin.
Kolaborasi Strategis untuk Literasi Digital di Indonesia
Sebagai bagian dari komitmen mempercepat adopsi teknologi AI, NVIDIA berkolaborasi dengan mitra retail di Batam yakni PT Karya Mura Niaga (laptop) dan Hypro Computer (desktop) serta JBROS Computer, mitra retail di wilayah Padang.
Kolaborasi ini menghadirkan program literasi digital bertajuk “RTX AI PC Day”, yang diikuti sekitar 5.000 mahasiswa dan akademisi. Acara ini menjadi wadah edukasi untuk mengeksplorasi potensi penuh teknologi AI melalui GPU GeForce RTX 50 Series.
Peserta mendapatkan akses ke presentasi teknologi, workshop, serta demo produk dari berbagai merek laptop seperti Acer, Axioo, dan HP, serta desktop dari ASUS, Colorful, GALAX, Gigabyte, Gainward, MSI, dan ZOTAC.
Melalui inisiatif ini, NVIDIA menghadirkan presentasi teknologi, workshop, dan demo produk dari berbagai brand laptop, seperti Acer, Axioo, dan HP serta desktop yakni ASUS, Colorful, GALAX, Gigabyte, Gainward, MSI, dan ZOTAC, yang menyoroti peran NVIDIA GeForce RTX™ 50 Series sebagai fondasi utama pembelajaran AI modern.
Para dosen dan mahasiswa diperkenalkan pada kemampuan GPU dalam mempercepat komputasi paralel, simulasi, deep learning, serta pemodelan data berskala besar yang krusial bagi produktivitas akademik.
Dalam sesi diskusi, Adrian Lesmono menekankan bahwa GPU modern seperti seri RTX 50 kini menjadi tulang punggung pengembangan teknologi AI global.
Dengan performa yang mampu menangani komputasi kompleks, lembaga pendidikan dan inovator lokal kini dapat merancang solusi canggih yang sebelumnya sulit dicapai dengan CPU tradisional.
Pada diskusi tersebut, para pembicara juga menyoroti manfaat implementasi AI di sektor pendidikan, yang kini berkembang jauh melampaui penggunaan aplikasi AI generatif. AI membantu mempercepat personalisasi pembelajaran, memungkinkan mahasiswa menerima materi yang disesuaikan dengan kemampuan dan minat mereka.
Di tingkat institusi, AI digunakan untuk manajemen administrasi kampus, seperti prediksi kebutuhan kelas, penjadwalan otomatis, dan monitoring performa akademik.
Dalam riset ilmiah, AI berperan besar dalam analisis big data, mulai dari pengolahan data berskala besar hingga visualisasi tren penelitian.
Di bidang teknik dan sains, AI memungkinkan permodelan dan simulasi secara real time, mulai dari simulasi fluida, analisis struktur, hingga perhitungan matematis kompleks, yang sebelumnya hanya dapat dilakukan di laboratorium komputasi dengan perangkat mahal.
AI juga membuka peluang pengembangan aplikasi dan infrastruktur cerdas di kampus, seperti sistem keamanan berbasis vision AI, deteksi objek untuk smart city, pengelolaan energi, hingga chatbot layanan akademik untuk membantu mahasiswa 24/7.
Semua kemampuan ini semakin mudah diakses oleh mahasiswa karena GPU RTX seri terbaru memungkinkan pemrosesan model AI langsung dari laptop pribadi, tanpa harus mengakses server pusat.
Peran AI sebagai Motor Efisiensi dan Inovasi
Di sisi industri, AI menjadi pendorong efisiensi dan inovasi. Pemanfaatannya sudah terlihat dalam desain otomotif, perawatan kesehatan melalui virtual agent, pengembangan produk, otomasi manufaktur, mengoptimalkan pengerjaan desain grafis dan produksi video bagi pekerja kreatif, hingga peningkatan kualitas layanan pelanggan.
Kombinasi GPU dan AI mampu mempercepat ratusan eksperimen yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu menjadi hanya hitungan jam.
Dengan kemampuan AI yang semakin luas, para pembicara menegaskan bahwa mahasiswa Indonesia berada pada momentum yang tepat untuk memanfaatkan teknologi tersebut, baik untuk belajar, meneliti, maupun menciptakan solusi nyata bagi industri.
NVIDIA, melalui investasi di dunia pendidikan dan kemitraan kampus, berupaya memastikan talenta digital Indonesia dapat tumbuh dan bersaing di tingkat global.
NVIDIA Perkuat Ekosistem Talenta Digital lewat Kolaborasi Kampus Berbasis AI
