TechnologyIndonesia.id – Pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) yang semakin luas menuntut pengelolaan data yang semakin ketat. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa kualitas dan keamanan data menjadi fondasi utama untuk melindungi masyarakat dari risiko AI yang keliru, bias, atau disusupi manipulasi.
Menurutnya, tanpa manajemen data yang kuat, teknologi AI justru berpotensi menimbulkan dampak negatif, mulai dari kesalahan pengambilan keputusan otomatis hingga penyalahgunaan data pribadi.
“Jika kita ingin inovasi AI yang berkelanjutan dan berdaulat, maka manajemen data yang kita bicarakan pada hari ini menjadi sangat penting. Kita butuh manajemen data yang kuat dan harus menjadi pijakan penting. Karena itu, saya mengajak untuk kita semua fokus pada tiga aspek,” ujar Wamen Nezar dalam Data and AI Conference 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (11/02/2026).
Nezar menjelaskan bahwa performa AI sangat bergantung pada kualitas dataset yang digunakan. Data yang tidak bersih, tidak lengkap, atau tidak terstandar dapat menghasilkan keputusan yang menyimpang dan merugikan masyarakat.
“AI sangat rawan untuk menjadi kacau kalau terjadi data poisoning, misalnya data yang tidak bersih,” tegasnya.
Wamen Nezar menekankan pentingnya regulasi yang adaptif agar mampu melindungi privasi dan etika tanpa menghambat inovasi.
“Regulasi kita harus adaptif, harus cukup kokoh untuk melindungi privasi dan etika, namun juga cukup lincah untuk mendorong eksperimen dan inovasi,” tutur Nezar.
Pemerintah juga berupaya menyeimbangkan perlindungan publik dengan pertumbuhan teknologi, sekaligus mencegah konsentrasi data yang berlebihan yang dapat melemahkan kedaulatan digital nasional.
“Kita mencoba memberikan proteksi tapi kita tidak menghambat inovasi-inovasi. Jadi kita harus menyeimbangkan antara perlindungan dan pertumbuhan serta mencegah konsentrasi data yang melemahkan kedaulatan digital kita,” jelasnya.
Pemerintah juga mendorong penyusunan standar manajemen data nasional yang melibatkan sektor publik dan swasta. Tujuannya agar dataset yang digunakan dalam pengembangan AI bersih, relevan, dan representatif.
“Di sini penting sekali pertemuan kita pagi ini untuk bisa membahas lebih dalam tentang bagaimana standar manajemen data. DAMA saya kira bisa membantu di sini yang bisa melibatkan sektor publik dan juga privat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa tantangan utama bukan pada teknologi, tetapi pada kesiapan manusia dan proses pengelolaan data.
“Problem dalam pemanfaatan teknologi terbaru ini bukan di teknologi yang terbesar, tapi pada people dan juga process. Tanpa talenta yang kompeten di bidang data dan AI, saya kira kedaulatan yang kita bicarakan hanya menjadi retorika saja,” tegasnya.
Kementerian Komunikasi dan Digital membuka ruang kolaborasi lebih luas untuk membangun tata kelola data nasional yang kuat. Langkah ini dinilai penting agar pengembangan AI di Indonesia aman, akurat, dan benar-benar melindungi kepentingan publik.
Lindungi Publik dari Risiko AI, Nezar Patria Soroti Pentingnya Standar Data Nasional
