CARRIE, Robot Otonom untuk Pengantaran Barang di Lingkungan Industri Kompleks

TechnologyIndonesia.id – Proses pengantaran dan pemindahan barang masih menjadi tantangan besar di berbagai sektor industri nasional. Tingginya ketergantungan pada tenaga manusia, terutama di area kerja dengan medan tidak rata, ruang sempit, dan lalu lintas padat, kerap berdampak pada rendahnya efisiensi operasional serta meningkatnya risiko keselamatan kerja.

Menjawab tantangan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan CARRIE (Collaborative Autonomous Robot for Rugged Industrial Environment), sebuah robot pengantaran barang yang dirancang mampu beroperasi secara otonom, adaptif, dan kolaboratif di lingkungan industri yang kompleks dan dinamis.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) BRIN, Roni Permana Saputra menjelaskan bahwa CARRIE merupakan autonomous mobile robot yang dibekali platform mekanik adaptif, sehingga mampu menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi permukaan jalan yang tidak rata dan berbagai rintangan.

“Hal ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi beban kerja manusia, serta meningkatkan keselamatan kerja,” kata Roni dikutip dari laman brin.go.id pada Senin (22/1/2026).

Menurutnya, tantangan operasional pengantaran barang di industri tidak hanya bersifat statis, tetapi juga dinamis dan sulit diprediksi. Beragam rintangan kerap ditemui, mulai dari bidang miring, gundukan, perbedaan ketinggian, transisi antarpermukaan jalan, hingga perubahan tata letak area produksi dan pergudangan.

“Kondisi ini kerap menyulitkan sistem pengantaran konvensional untuk beroperasi secara optimal,” tutur Roni.

Ia menambahkan, banyak sistem transportasi material berbasis robotik saat ini masih mengandalkan guided vehicle yang bergerak mengikuti jalur tetap di lantai industri. Sistem semacam itu dinilai kurang fleksibel karena memerlukan penyesuaian ulang ketika terjadi perubahan tata letak, yang pada akhirnya berdampak pada waktu, biaya, dan kelancaran operasional.

“CARRIE dirancang sebagai solusi yang lebih adaptif dan otonom,” tambah Roni.

Teknologi Pemetaan Lingkungan dan Navigasi Otonom

Berbeda dengan sistem konvensional, CARRIE memanfaatkan teknologi pemetaan lingkungan dan navigasi otonom, sehingga tidak bergantung pada jalur fisik. Robot ini mampu menyesuaikan rute operasional secara mandiri mengikuti perubahan kondisi di lapangan.

Selain itu, CARRIE juga dirancang tangguh menghadapi medan industri yang tidak rata, seperti tanjakan, perbedaan ketinggian, hingga speed bump. Hal tersebut dimungkinkan melalui desain mekanik adaptif yang menjaga stabilitas dan keamanan robot saat membawa muatan.

Dalam mendukung kemampuan operasional, CARRIE mengintegrasikan desain mekanik adaptif dengan sistem otomasi cerdas. Dari sisi mekanik, robot ini menggunakan mekanisme swing arm yang menggabungkan dua platform dengan free rotation joint.

Sehingga, setiap bagian dapat menyesuaikan diri mengikuti kontur permukaan. Desain ini membuat CARRIE tetap stabil saat melintasi medan miring, gundukan, maupun permukaan tidak rata yang umum dijumpai di lingkungan industri.

Algoritma Optimasi Perencanaan Jalur

Dari sisi kecerdasan sistem, CARRIE mengintegrasikan algoritma optimasi perencanaan jalur untuk menentukan rute paling aman dan efisien berdasarkan peta lingkungan. Persepsi lingkungan secara real-time didukung oleh sensor LiDAR, yang memungkinkan robot mendeteksi rintangan dan menyesuaikan pergerakan selama beroperasi.

“Sistem navigasi dan kontrol bekerja secara simultan untuk menjaga keseimbangan, mengatur kecepatan, serta merespons perubahan kondisi medan secara dinamis,” tuturnya.

Dalam konteks kolaborasi manusia dan mesin, CARRIE dirancang sebagai asisten otonom yang dapat bekerja berdampingan dengan pekerja maupun terintegrasi dengan sistem otomasi lain, seperti conveyor belt.

Kehadiran CARRIE diharapkan mampu mengambil alih tugas pengantaran material yang berisiko, sehingga mengurangi beban kerja manusia dan potensi kecelakaan kerja.

“Keunggulan CARRIE terletak pada kemampuannya beradaptasi terhadap lingkungan industri yang dinamis tanpa bergantung pada jalur fisik, sehingga berpotensi diterapkan di sektor manufaktur, pergudangan, dan logistik,” ucap Roni.

Hasil uji coba yang telah dilakukan di sejumlah fasilitas BRIN menunjukkan CARRIE mampu beroperasi dengan baik di medan yang menantang.

Roni menyebut CARRIE diproyeksikan menjadi platform autonomous mobile robot yang adaptif, kolaboratif, dan siap dihilirkan untuk memperkuat kemandirian teknologi robotika serta otomasi industri nasional. (Sumber: brin.go.id)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author