BRIN Kirim Dua Unit Arsinum Mobile untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih di Aceh Tamiang

TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat akses air bersih dan air minum bagi masyarakat terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Upaya ini dilakukan melalui pengiriman dua unit teknologi Air Siap Minum (Arsinum) Mobile, yang mampu mengolah air keruh dan air banjir menjadi air layak konsumsi.

Kehadiran teknologi Arsinum Mobile ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Pasalnya, fasilitas tersebut sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar air bersih dan air minum, terutama saat layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) lumpuh akibat banjir.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Syuibun Anwar menjelaskan, masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak bencana kesulitan mendapat air bersih karena PDAM setempat lumpuh banjir. Meski sudah beroperasi, PDAM baru bisa menjangkau beberapa kampung dan belum merata.

“Kami atas nama Pemkab Aceh Tamiang dan masyarakat, menyampaikan terima kasih kepada BRIN atas dua unit Arsinum Mobile untuk air bersih. Ini sangat bermanfaat, dan tentu meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang, terutama untuk kebutuhan air bersih,” ujarnya di sela-sela pendistribusian air bersih dari Arsinum, Minggu (21/12/2025).

Saat ini, dua unit Arsinum Mobile yang bersifat portabel ditempatkan di Markas Pemadam Kebakaran Aceh Tamiang. Sementara satu titik penempatan lainnya masih dikoordinasikan bersama pemerintah daerah setempat agar distribusi air bersih dapat menjangkau lebih banyak warga.

Syuibun mengatakan, Arsinum ini akan sangat membantu masyarakat untuk memperoleh air bersih sekaligus air minum yang belakangan sulit didapatkan.

“Tentu masyarakat Aceh Tamiang hari ini sangat membutuhkan air bersih. Sebagaimana pascabencana banjir di Aceh Tamiang, ini air bersih sangat sulit. Dengan adanya bantuan dari BRIN kepada masyarakat Aceh Tamiang melalui pemerintah daerah, tentu masyarakat Aceh Tamiang terbantu,” ucapnya.

Sementara itu, Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN sekaligus inovator Arsinum, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa Arsinum Mobile dirancang untuk memproduksi air bersih dan air minum dari air keruh maupun air banjir. Kapasitas totalnya 30 ton atau 30 ribu liter per hari.

“Jadi alat ini dirancang untuk memproduksi 10 ribu liter atau 10 ton air minum per hari. Sedangkan jika digunakan bersamaan, bisa memproduksi 20 ribu liter atau 20 ton air bersih,” jelasnya.

Ia menambahkan, air minum hasil pengolahan Arsinum telah memenuhi standar Peraturan Menteri Kesehatan, dengan kadar Total Dissolved Solids (TDS) maksimal 300 mg/L. Bahkan, air hasil Arsinum memiliki kualitas setara air minum dalam kemasan yang beredar di pasaran, dengan TDS di bawah 80 mg/L.

“Jadi ini lebih ringan, dan bisa digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan tertentu. Makanya untuk yang tidak terbiasa, itu dinaikkan pH-nya dengan menaikkan kalsium,” kata Wahyu. (Sumber: brin.go.id)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author