TechnologyIndonesia.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadinya perubahan jumlah pengungsi yang siginifikan dalam tiga hari terakhir. Perubahan jumlah pengungsi tersebut terjadi di Kabupaten Aceh Utara. Pada Senin (8/12/2025), jumlah pengungsi di Aceh Utara berjumlah 299.506 jiwa, turun menjadi 166.920 jiwa pada Selasa (9/12/2025).
Jumlah tersebut berkontribusi pada penurunan jumlah pengungsi secara keseluruhan di Provinsi Aceh, dari 994.801 jiwa pada Senin (8/12/2025) menjadi 831.124 jiwa pada Selasa (9/12/2025).
Sementara untuk rekapitulasi total jumlah pengungsi di tiga provinsi yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat per Selasa (9/12/2025) menjadi 894.101 dari sebelumnya berjumlah 1.057.482 jiwa.
Untuk memperkuat satgas daerah yang merupakan tim gabungan dari pemerintah daerah dan perwakilan dari pos pendamping nasional, pemerintah juga akan menerjunkan tim tambahan enumerator untuk mengoptimalisasi pengumpulan data terpilah di 9 kabupaten dan kota yang paling banyak jumlah pengungsinya.
Pengerahan tim enumerator ini akan memberikan hasil data terpilah yang lebih baik.
Rekapitulasi Korban di Tiga Provinsi
Berdasarkan data per Selasa (9/12/2025) pukul 17.00 WIB, total korban meninggal dunia akibat bencana di tiga provinsi berjumlah 964 jiwa. Sementara, korban hilang menurun dari total 293 menjadi 264 jiwa.
Berdasarkan wilayah, untuk Provinsi Aceh, korban meninggal dunia berjumlah 391 jiwa dan hilang 31 jiwa. Di Sumatra Utara, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 338 jiwa dan korban hilang 138 jiwa serta 45.503 tercatat masih mengungsi.
Untuk Sumatra Barat total korban meninggal dunia berjumlah 235 jiwa, 95 jiwa hilang, dan 20.474 jiwa masih mengungsi.
Jumlah pengungsi terbanyak di Provinsi Aceh berada di Kabupaten Aceh Tamiang yaitu 252.623 jiwa, Kabupaten Aceh Timur sebanyak 238.500 jiwa, dan Aceh Utara sebanyak 166.920 jiwa.
Pengiriman Bantuan Logistik
Pengiriman logistik bantuan dan peralatan masih terus dilakukan oleh pemerintah ke wilayah-wilayah terdampak di Aceh. Total pendistribusian bantuan pada Selasa (9/12/2025) di Provinsi Aceh mencapai 31,62 ton.
Bantuan dikirimkan melalui jalur darat sebanyak 3 sorti berjumlah 14,08 ton dan jalur udara sebanyak 17 sorti dengan total bantuan mencapai 17,54 ton.
Meski sebagian besar bantuan yang dikirimkan adalah bahan makanan, namun pemerintah melalui Pos Pendamping Nasional di Lanud Sultan Iskandar Muda juga mengirimkan dukungan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebanyak 20 drum (4 ton) ke wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Jumlah logistik yang telah didistribusikan di Provinsi Sumatra Utara berjumlah 7,1 ton. Logistik didistribusikan dengan 14 sorti pengiriman. Jenis barang yang paling banyak dikirimkan berupa permakanan.
Pengiriman logisitik juga dilakukan di Provinsi Sumatra Barat. Per hari Selasa (9/12/2025) jumlah logistik yang telah didistribusikan berjumlah 44 ton dengan rincian 27,7 ton menggunakan jalur darat, 2,9 ton jalur udara, dan 13,4 ton melalui laut.
Pengiriman dengan jalur darat yang jumlahnya sangat signifikan ini terus dioptimalisasi seiring dengan akses jalur yang sudah dapat dilalui di sejumlah daerah. Hal ini karena jumlah tonase dan dimensi yang diangkut menggunakan truk melalui jalur darat dapat lebih besar dan bervariasi sehingga pengiriman bantuan lebih maksimal.
Sedangkan untuk jalur udara akan dioptimalkan menyentuh lokasi-lokasi yang terdapat masyarakat yang terpisah atau aksesnya terbatas. Hal ini menjadi komitmen kuat tim gabungan dari TNI, Polri, maupun pemerintah daerah guna memenuhi kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak. (Foto: Dok. BNPB)
BNPB: Jumlah Pengungsi di Aceh Menurun Signifikan dalam Tiga Hari Terakhir
