Pemasangan Automatic Weather Station di UNY Perkuat Riset Iklim

Loading

TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset klimatologi dan meteorologi di Indonesia melalui pemasangan Automatic Weather Station (AWS) di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan akurasi prediksi cuaca dan iklim, khususnya dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi.

Pemasangan AWS yang berlangsung pada 22–25 Juni 2026 tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) BRIN dengan FMIPA UNY. Kehadiran perangkat ini diharapkan mampu memperkaya jaringan pengamatan iklim nasional sekaligus menyediakan data observasi berkualitas tinggi untuk mendukung penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) BRIN, Teguh Harjana, menjelaskan bahwa ketersediaan data observasi meteorologi yang berkualitas dan berkesinambungan merupakan salah satu prasyarat utama dalam riset sains atmosfer, termasuk klimatologi dan meteorologi.

Menurutnya, data tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai karakteristik spasial dan temporal unsur-unsur iklim dibandingkan data konvensional yang tersedia saat ini.

Kebutuhan akan data observasi tersebut semakin penting mengingat Pulau Jawa memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bencana hidrometeorologi. Pengembangan model prediksi hujan ekstrem maupun identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kejadian tersebut memerlukan data dari wilayah yang memiliki karakteristik geografis kompleks akibat interaksi antara laut, daratan, dan topografi.

“Salah satu wilayah kajian utama untuk mendukung pengembangan sistem prediksi cuaca dan iklim yang lebih akurat adalah Kota Yogyakarta dan sekitarnya,” ujar Teguh pada Jumat (3/7/2026).

AWS Rekam Berbagai Parameter Cuaca Secara Otomatis

Automatic Weather Station berfungsi sebagai sistem pengamatan meteorologi otomatis yang merekam berbagai parameter cuaca dan iklim secara berkelanjutan, meliputi curah hujan, suhu udara, kelembapan udara, tekanan permukaan, radiasi matahari, kecepatan angin, dan arah angin.

“Keberadaan AWS ini diharapkan dapat memperkaya jaringan pengamatan iklim nasional sekaligus menyediakan data observasi lokal berkualitas tinggi untuk mendukung kegiatan penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat,” jelas Teguh.

Ketua Kelompok Riset Kebencanaan Hidrometeorologi, Hidroklimatologi, dan Kejadian Ekstrem PRIMA BRIN, Eddy Hermawan menyampaikan bahwa data yang diperoleh dari AWS akan dimanfaatkan untuk pengembangan model prediksi cuaca dan iklim, validasi data satelit dan radar cuaca, serta analisis kejadian cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Sejalan dengan penguatan infrastruktur observasi, BRIN dan FMIPA UNY juga menjajaki kerja sama penelitian melalui penyusunan Implementation Agreement (IA) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kolaborasi tersebut direncanakan mencakup pengembangan model prediksi iklim dan sistem pemantauan cuaca berbasis integrasi data observasi multisumber.

Pemasangan AWS di lingkungan FMIPA UNY diharapkan dapat memperkaya data observasi iklim, mendukung pengembangan model prediksi hujan ekstrem, meningkatkan kapasitas riset, serta memperkuat jejaring kolaborasi antara BRIN dan perguruan tinggi dalam pengembangan sistem pemantauan dan kajian iklim nasional.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian Pengembangan Model Prediksi Hujan Ekstrem Berbasis Deep Learning untuk Mendukung Strategi Pengurangan Risiko Bencana Banjir yang diketuai oleh Teguh Harjana dari PRIMA BRIN.

Penelitian tersebut berkolaborasi dengan Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber BRIN, Pusat Riset Komputasi BRIN, serta Departemen Matematika FMIPA Universitas Padjadjaran, dengan pendanaan dari Rumah Program Model Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian, Organisasi Riset Kebumian dan Maritim (ORKM) Tahun 2026. (Sumber: brin.go.id)

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu" Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *