KIOTEC Perkuat Tata Kelola Maritim Indonesia Lewat Pelatihan Akuntansi Kelautan dan Valuasi Ekonomi

Loading

TechnologyIndonesia.id – Korea-Indonesia Integrated Ocean Fisheries Technology Training Center (KIOTEC) menggelar rangkaian program pelatihan khusus untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah dalam menyusun kebijakan maritim yang lebih efektif.

Mengangkat tema strategis “Ocean Accounting and Economic Valuation of Marine and Fisheries Resources“, pelatihan ini berfokus pada penghitungan neraca kelautan dan penilaian ekonomi sumber daya laut.

Topik ini dinilai kian krusial karena mampu memberikan pemahaman komprehensif mengenai ekosistem laut guna mendorong penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan berbasis data yang lebih efektif.

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pengembangan kapasitas kelautan, KIOTEC juga mendukung pelaksanaan Korea–Indonesia Ocean Technology Capacity Enhancement Actions (KIOTEC-CEA).

Inisiatif ini telah resmi disahkan sebagai Decade Action (No. 13.7) di bawah United Nations Decade of Ocean Science for Sustainable Development (2021–2030).

Dengan memanfaatkan fasilitas pelatihan dan program kolaboratif KIOTEC, inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat keahlian teknis dan kapasitas institusional para profesional kelautan muda (Early Career Ocean Professionals/ECOPs) di Indonesia.

Pelatihan yang berlangsung di KIOTEC Ancol, Jakarta, diikuti oleh sekitar 40 peserta dari berbagai kementerian dan lembaga strategis.

Peserta berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Pelatihan ini berfokus memperkuat kemampuan analisis kebijakan bagi para pegawai negeri sipil (PNS), peneliti, serta calon pemimpin di instansi pemerintah agar mampu merumuskan strategi tata kelola laut yang berbasis data dan berdampak nyata.

Pelatihan ini menghadirkan tiga pakar nasional, yaitu Irfan Yulianto (Yayasan Rekam Nusantara) yang membedah konsep dasar neraca kelautan, Rizal Bahtiar (IPB University) mengenai interpretasi praktis data ekonomi, serta Liliek Sofitri (Universitas Indonesia) yang mengulas integrasi kebijakan dan keterbatasan model penilaian ekonomi.

Pembukaan pelatihan dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Kelautan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Yanti Permatasari, Sekretaris BPPSDMKP Dr. Lilly Aprilya Pregiwati, serta Manajer Proyek KIOTEC sekaligus Vice-chairperson of IOC UNESCO, Dr. PARK Hansan.

Dalam sambutannya, seluruh pihak menyampaikan optimisme bahwa pelatihan ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas tata kelola maritim Indonesia.

Sejalan dengan mandat Menteri KKP untuk kemandirian tata kelola SDM lokal, pihak kementerian menekankan bahwa instrumen valuasi ekonomi ini krusial dalam memperkuat analisis kebijakan yang tepat sasaran demi mendukung akselerasi ekonomi biru.

Dr. PARK Hansan menegaskan bahwa sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan sistem neraca kelautan dan instrumen valuasi ekonomi yang andal demi mendorong pertumbuhan ekonomi biru.

“Saya berharap pelatihan ini mampu memberikan wawasan praktis yang bisa langsung diterapkan dalam penyusunan kebijakan serta penataan ruang laut,” ujar Dr. PARK Hansan.

Melalui pelatihan ini, KIOTEC berkomitmen untuk terus mendukung lahirnya generasi profesional baru yang adaptif di sektor maritim. Berbekal kombinasi antara keahlian teknis neraca kelautan dan kemampuan analisis kebijakan, para peserta diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan tata kelola kelautan Indonesia yang berbasis data dan berkelanjutan.

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu" Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *