Menristek Dorong STP IPB Hasilkan Produk Inovasi Berbasis Pertanian  

Bogor, Technology-Indonesia.com – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Ka. BRIN) Bambang P. S. Brodjonegoro mengatakan bahwa Science Techno Park (STP) merupakan wahana yang penting dalam proses inovasi teknologi. Peran STP di universitas berada pada tahapan akhir dari upaya Research and Development (R & D) di universitas tersebut.

Keberadaan STP Institut Pertanian Bogor (IPB) misalnya, menunjukkan konsep triple helix in practice bukan hanya in concept. Sinergi antara sektor swasta yaitu industri mitra dan tenant, dengan akademisi dan peneliti IPB serta pemerintah dalam hal ini Kemenristek/BRIN yang memfasilitasi adanya STP, serta unsur lain termasuk pemerintah daerah.

Menteri Bambang menyebutkan STP merupakan ujung dari rangkaian kegiatan riset dan inovasi yang harus memunculkan produk-produk inovatif yang dihasilkan.

“STP sebagai ujung dari rangkaian kegiatan riset dan inovasi harus benar-benar memunculkan inovasi, dan nanti kita bisa lihat produk-produk inovatif yang dihasilkan. Saya optimis, nantinya salah satu produk inovasi Indonesia yang bisa dikedepankan tidak hanya di arena nasional tetapi di arena global harus yang berbasis pertanian,” ujar Menteri Bambang pada saat mengunjungi fasilitas STP IPB, di Bogor pada Kamis (23/01/2020).

Lebih lanjut Menteri Bambang mengingatkan bahwa kita memiliki tantangan inovasi dari sisi bisnis untuk mengkomersialkan hasil inovasi dan mendorong inovasi untuk bisa masuk pasar dan ikut persaingan bebas dan juga tantangan untuk merubah mindset masyarakat agar mencintai dan menggunakan produk dari hasil inovasi Indonesia.

“Saya mendorong IPB untuk bekerjasama dengan dunia usaha dalam mengkomersialkan hasil inovasi dan juga untuk mendorong inovasi agar bisa masuk pasar dan ikut persaingan bebas. Serta untuk mengubah mindset masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan produk impor dan tidak percaya pada produk lokal, agar mencintai dan menggunakan produk inovasi Indonesia dan meyakini masyarakat bahwa produk lokal mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Seusai mengunjungi fasilitas STP IPB, Menteri Bambang juga menyempatkan untuk mengunjungi Pusat Unggulan Iptek (PUI) Biofarmaka Tropika, fasilitas pilot plan dan Gedung Inkubasi Bisnis Teknologi IPB.

SEAMEO BIOTROP

Selain melakukan kunjungan ke STP IPB, Menteri Bambang juga mengunjungi fasilitas SEAMEO BIOTROP (Southeast Asian Regional Centre For Tropical Biology). Menteri Bambang mengapresiasi upaya SEAMEO Biotrop yang telah menggunakan hasil riset ilmu pengetahuannya yang memberi nilai tambah di produk pertanian. Ia berharap apa yang selama ini sudah dilakukan SEAMEO Biotrop dapat diaplikasikan di berbagai tempat di Indonesia.

“Saya yakin produk-produk dari SEAMEO Biotrop ini patut untuk kita dorong menjadi standar internasional dan sebagai bagian dari kontribusi Kemenristek/BRIN kepada perkembangan ekonomi daerah,” terangnya.

Menteri Bambang juga mendorong agar para petani Indonesia tidak hanya dinilai sebagai pekerja saja tetapi juga harus menjadi petani yang menjurus kepada korporasi dan mempunyai produk dengan nilai tambah yang tinggi sehingga hasil dari produk petani tersebut memiliki potensi pengembangan bisnis yang sangat tinggi.

“Apa yang sudah dilakukan SEAMEO Biotrop ini terutama di bidang pertaniannya bisa menjadikan petani kita menjadi lebih kompetitif,” pungkasnya.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author