Teknologi Pertanian Ramah Lingkungan Unggulan Balingtan

Jakarta, Technology-Indonesia.com – Pertanian masa depan adalah pertanian berkelanjutan, berlanjut untuk saat ini, saat yang akan datang, dan untuk selamanya. Ke depan pembangunan pertanian dihadapkan berbagai tantangan yang semakin berat. Ketahanan pangan dan keamanan pangan menjadi isu global yang terus mengemuka, sehingga perlu mendapat perhatian serius dari kita semua.

Dalam rangka penajaman program penelitian dan pengembangan pertanian ke depan dan pembinaan profesional peneliti 8 Profesor Riset yang tergabung dalam wadah Forum Komunikasi Profesor Riset (FKPR) Kementerian Pertanian (Kementan) telah berdikusi dengan para peneliti Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan), Rabu, (25/9/2019).

“Bahwa 65% kegiatan penelitian Balingtan 5 tahun ke depan diarahkan untuk mendukung prirotas nasional (PRN) dan kegiatan strategis Kementan dan 35% untuk kegiatan in house dalam rangka menghasilkan teknologi yang sesuai dengan revolusi industri 4.0. Fokus pada kegiatan penelitian bio teknologi, adaptasi adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim serta membangun sistem informasi lingkungan pertanian,” ujar Mas Teddy Sutriadi selaku Kepala Balingtan.

Ketua FKPR, Prof Tahlim Sudaryanto mengatakan tantangan pertanian ke depan menjadi faktor pendorong inovasi teknologi pertanian ramah lingkungan dari Balingtan harus mampu menjawab kebutuhan kuantitas dan kualitas produk komoditas pertanian.

Menurutnya, sasaran agribisnis diantaranya mampu menyediakan kebutuhan produk pertanian dan pangan untuk konsumsi sendiri maupun pasar dan fleksibel dalam merespon gangguan produksi baik bencana alam maupun ketidakpastian pasar dan mampu memberikan pendapatan yang layak bagi semua pelaku yang terlibat pada seluruh segmen rantai nilai.

“Dinamika kebijakan politik sinas Iptek tidak hanya menuntut manajemen sistem perencanaan dan profesionalisme peneliti tetapi juga komunikasi,” kata Prof Irsal Las.

Arah dan strategi tata kelola litbangtan ke depan, lanjutnya, mempunyai dinamika kebijakan politik sinas IPTEK tidak hanya menuntut manajemen sistem perencanaan dan profesionalisme peneliti tetapi juga komunikasi.

Dalam kunjungan FKPR tersebut, Mas Teddy juga mendemokan teknologi irigasi dengan sensor digital, dimana informasi kelembaban tanah di lahan diteruskan nirkabel handphone android, yang selanjutnya menyalakan dan mematikan pompa untuk irigasi secara online dengan memanfaatkan solar sell sebagai sumber energi.

“Jadi kepala kebun dimanapun dia berada yang penting ada signal internet dapat melakukan penyiraman” ungkap Teddy

Selain itu juga diperkenal teknologi drone biopestida untuk pengendalian hama tanaman dan teknologi pertanian ramah lingkungan.

“Infrastruktur dan faslitas Balingtan sangat memadai untuk menjawab tantangan pembangunan pertanian ke depan yang sudah harus memperhatikan perbaikan kualitas lingkungan,” tutup Tahlim Sudaryanto.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author