BBP2TP Kaji Budidaya Inpari Nutri Zinc dan Ayam KUB untuk Penanganan Stunting di Sukabumi

Jakarta, Technology-Indonesia.com – Dalam rangka kajian budidaya padi Inpari Nutri Zinc, sayuran dan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) untuk mendukung penanganan malnutrisi potensial stunting di Kabupaten Sukabumi, pada 27-28 Mei 2021 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Balitbangtan melaksanakan dua agenda utama.

Pada Jumat (28/5/2021) Mewakili kepala BBP2TP, Nandang Sunandar yang merupakan Ketua Tim Pengkajian bersama kelompok peneliti/penyuluh melaksanakan audiensi dengan Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Alun-alun Kota Sukabumi. Sehari sebelumnya, dilaksanakan pembekalan teknis budidaya tanaman dan ayam KUB di Kecamatan Bantargadung,

“Kami melakukan pendekatan khusus dengan memanfaatkan kembali lahan kosong di pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan memelihara ayam dengan melibatkan bidan desa, kader, dan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dalam perbaikan gizi dan nutrisi untuk menangani stunting,” kata Nandang.

Nandang menyampaikan rencana BBP2TP Balitbangtan yang akan berikan lima ekor ayam KUB. Diharapkan setiap harinya ada dua ekor ayam yang bertelur, dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga. Selain bimbingan teknis budiadaya sayuran dan ayam KUB, BBP2TP juga akan memberikan pembekalan budidaya Inpari Nutri Zinc kepada petani di Kecamatan Bantar Gadung. Hasil penanaman padi Inpari Nutri Zinc bisa membantu penyediaan beras anti stunting bagi keluarga stunting.

Berdasarkan hasil pengujian budidaya Inpari Nutri Zinc selama 4-5 minggu terakhir di Kecamatan Bantar Gadung, saat ini sudah menunjukan hasil. Demplot Paket teknologi budidaya peningkatan produktivitas padi Inpari IR Nutri Zinc di Desa Mangunjaya dan Desa Bantargebang, Kecamatan Bantargadung diperkirakan panen sekitar bulan Juli.

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengaku bersyukur adanya program Kementerian Pertanian ini karena Pemerintah Kabupaten Sukabumi memerlukan percepatan penanganan stunting. “Program penguatan nutrisi ini menjadi salah satu solusi tercepatan dalam menyelesaiakan masalah stunting. Bahkan konsep ini bisa membantu daerah lainnya,” ungkapnya.

Balitbangtan melalui BBP2TP bekerja sama dengan Pemda Kabupaten Sukabumi, khususnya Dinas Pertanian, dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), melaksanakan hilirisasi inovasi teknologi Balitbangtan sejak awal 2021. Sebagai tindak lanjut impelementasi kegiatan, dilaksanakan pembekalan teknis di Kec. Bantar Gadung pada Kamis (27/05) yang bertajuk “Melalui Inovasi Teknologi Pertanian Menangani Malnutrisi Potensial Stunting”.

Untuk menjaga kesehatan anak balita dan ibu hamil, dalam kegiatan tersebut diintroduksi teknis budidaya tanaman sayuran seperti kangkung, bayam, katuk dan kelor dalam pot dan di lahan sekitar rumah keluarga stunting. Benih kangkung dan bayam, bibit tanaman kelor dan katuk, bersama pupuk organik, pupuk cair, pestisida dan input produksi lainnya akan didistribusikan ke enam desa potensial stunting pada 27 Mei 2021.

Ayam KUB berumur 4 bulan (satu bulan sebelum bertelur) juga akan didistribusikan pada bulan Juli. Pendistribusiannya ditentukan oleh Kader Posyandu Desa yang telah mendata keluarga balita stunting dan ibu hamil kekurangan energi kronis (BUMIL KEK) di Kecamatan Bantargadung.

“Kegiatan terintegrasi yang baru pertama kali dilakukan Balitbangtan ini semoga bisa menjadi model untuk kabupaten bahkan juga provinsi lain yang mengalami permasalahan dalam penanganan stunting,” ujar Nandang.

Sebagaimana diketahui, kejadian stunting berkaitan dengan asupan zat gizi makro seperti energi, protein, dan lemak, serta mineral makro seperti zinc. Asupan zinc yang kurang menghambat efek metabolit hormon pertumbuhan. Pada tahun 2013 Indonesia memiliki 37,2% anak-anak yang mengalami prevalensi stunting dan turun menjadi 30,8% tahun 2018, dan ditargetkan tinggal 14% di tahun 2024.

Keunggulan Inpari IR Nutri Zinc mempunyai potensi kandungan Zn 34,5 ppm, atau sekitar 43.3% lebih tinggi dibandingkan varietas popular seperti Ciherang. Sedangkan ayam KUB mempunyai keunggulan produktivitas telur lebih tinggi (160-180 butir/ekor/tahun); umur pertama bertelur lebih awal (sekitar 5 bulan); dan lebih tahan terhadap penyakit. (Sumber BBP2TP)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author