Kalibrasi Penting untuk Tentukan Nilai Kebenaran Sebuah Alat

Cibitung, Technology-Indonesia.com – Kita harus meyakini bahwa semua alat belum tentu benar sebelum dilakukan kalibrasi dan disertifikasi. Filosofi tersebut menunjukkan pentingnya kalibrasi yang bertujuan menentukan nilai kebenaran sebuah alat.

“Jadi alatnya mau baru atau tua, kita harus yakini dulu bahwa itu belum tentu benar sebelum dibuktikan melalui sertifikat kalibrasi,” ujar Gassing Kepala Bagian Kalibrasi dan Teknik, PT Sucofindo (Persero) SBU Laboratorium di Cibitung, pada Kamis (16/8/2018).

PT Sucofindo (Persero) atau PT Superintending Company of Indonesia (Persero) merupakan perusahaan inspeksi pertama dan terbesar di Indonesia yang berperan memberikan jasa pemastian yang membantu pelaku usaha menjalankan proses bisnis dengan baik. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berdiri pada 22 Oktober 1956 ini memiliki memiliki layanan inspeksi, pengujian, sertifikasi, pelatihan dan konsultasi.

Sucofindo memiliki 48 laboratorium dengan sarana pengujian dan analisis yang lengkap untuk memastikan aspek mutu dan keamanan produk. Kapabilitas laboratorium Sucofindo meliputi pengujian kimia, mikrobiologi, kalibrasi, elektrikal dan elektronik, keteknikan dan pengujian mineral dan pemrosesan mineral.

Salah satu unit bisnis dari SBU Laboratorium milik Sucofindo adalah laboratorium kalibrasi yang sudah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Selain terpusat di Cibitung, Sucofindo memiliki 6 laboratorium cabang khusus kalibrasi di Balikpapan, Batam, Cilegon, Makassar, Medan dan Surabaya.

Tujuan kalibrasi, lanjut Gassing, adalah untuk menentukan nilai kebenaran sebuah alat. Misalnya sebuah alat dengan panjang 100 cm, apakah ukuran sebenarnya tepat 100 cm atau hanya 99,9 cm. Dengan dilakukannya kalibrasi, akan terlihat berapa penyimpangannya dari nilai sebenarnya.

“Dengan dikalibrasi secara rutin akan diketahui penyimpangan dari alat ukur sehingga industri bisa mengambil keputusan apakah alatnya akan digunakan atau mau diservis sampai kembali ke nilai sebenarnya,” terangnya.

Menurut Gassing, untuk melakukan kalibrasi, standar atau kalibrator yang digunakan harus lebih tinggi dari alat yang dikalibrasi minimal satu digit. Standar yang digunakan di laboratorium merujuk pada besaran internasional maupun nasional. “Alat-alat kamipun ada yang tiap tahun dikalibrasi, ada pula yang tiga atau lima tahun sekali dikalibrasi, tergantung tingkat keakurasiannya,” tuturnya.

Gassing menekankan, meskipun sudah terakreditasi KAN, laboratorium tidak bisa sembarangan menempelkan cap KAN. Penggunaan cap KAN harus sesuai dengan peruntukannya yaitu laboratorium harus terakreditasi, alat ukur dan rentang ukurnya masuk dalam lingkup akreditasi.

Misalnya, laboratorium yang sudah terakreditasi untuk suhu, tidak boleh menggunakan cap KAN untuk meteran, sebab meteran bukan alat pengukur suhu. Kalaupun terakreditasi untuk suhu, tetapi untuk termometer badan, berarti tidak boleh menempelkan cap KAN untuk termometer industri. Laboratorium yang terakreditasi untuk termometer industri hanya sampai suhu 500 derajat Celcius, untuk termometer dengan suhu di atas 500-1000 derajat Celsius tidak boleh dicap KAN.

Lingkup layanan laboratorium kalibrasi, ungkap Gassing, meliputi peralatan industri, peralatan laboratorium dan peralatan medis. Saat ini, pihaknya melayani kalibrasi langsung di tempat pelanggan maupun di tempat kita. Misalnya ada relasi yang memiliki pabrik di Papua, kami siap menerjunkan teknisi kami membawa peralatan kalibrasi langsung ke tempat pelanggan.

“Lamanya waktu tergantung jumlah alat, langsung selesai di tempat dan diberi tanda selesai kalibrasi. Namun, sertifikatnya menyusul tujuh hari kemudian setelah kembali dari lapangan,” terang Gassing.

Selain mengkalibrasi alat ukur, Laboratorium Kalibrasi Sucofindo juga mampu mengkalibrasi kalibrator atau alat kalibrasi. “Industri dalam negeri sudah tumbuh, banyak industri yang menyediakan sendiri alat kalibrasinya untuk keperluan mereka. Kalibrator tersebut setiap tahun dikalibrasi di kantor kami,” lanjutnya.

Kapabilitas Laboratorium Kalibrasi Sucofindo meliputi 8 bidang yaitu dimensi, massa, gaya, suhu, tekanan, volume, instrumen kimia, dan kelistrikan dengan kemampuan yang mumpuni. Laboratorium ini melayani kalibrasi dari perorangan, industri, dan laboratorium kalibrasi baik pemerintah maupun swasta.

Gassing mencontohkan, kapabilitas Laboratorium Kalibrasi Peralatan Suhu memiliki rentang kalibrasi dengan metode perbandingan langsung dari -10 sampai 1500 derajat Celcius. Rentang kalibrasi dengan metode simulasi dari -200 hingga 1700 derajat Celcius.

Untuk Laboratorium Peralatan Massa rentang kalibrasinya untuk timbangan mulai dari micro balance, analytical balance hingga timbangan berkapasitas 120 ton. Laboratorium Instrumentasi kimia dapat mengkalibrasi flow meter dengan diameter pipa hingga 200 inchi atau 5 meter. Sementara, Laboratorium Peralatan Tekanan memiliki rentang kalibrasi antara (-1) bar sampai 1200 bar atau 17.000 psi. Gambarannya, tekanan saat memompa ban sekitar sekitar 35 psi.

“Saat ini kami mampu mengkalibrasi sekitar 1500 jenis alat ukur. Dari seluruh peralatan yang pernah kami terima itu dibawah 0,1 % yang kita tidak bisa kalibrasi. Itupun karena memang permintaannya sangat jarang jadi tidak profitable kalau kita investasi ke bidang itu,” pungkasnya.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author