BRIN Terapkan Teknologi Canggih untuk Kendalikan Karhutla di Palangka Raya

Loading

TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengimplementasikan sejumlah inovasi teknologi untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Tiga teknologi yang diterapkan meliputi Dumakron, drone thermal dan LiDAR, serta Singkong-APP Retardant.

Upaya pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari langkah percepatan penanganan karhutla melalui dukungan riset dan inovasi. Kepala BRIN Arif Satria meninjau langsung implementasi teknologi pemadaman api tersebut di Palangka Raya pada 5 November 2026.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 19 periset BRIN terlibat, berasal dari Pusat Riset Kimia Molekuler, Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Pusat Riset Kebencanaan Geologi, serta Pusat Riset Geoinformatika.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah Dumakron, yakni teknologi berbasis partikel NaCl berukuran 2–5 mikron yang dimanfaatkan untuk mendukung modifikasi cuaca. Teknologi ini dinilai memiliki tingkat efisiensi penggunaan bahan yang lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.

“Ini efisiensinya akan lebih tinggi karena dengan pesawat konvensional kita menggunakan NaCl. Kalau biasanya menggunakan NaCl 100 kilogram, dengan Dumakron cukup 1 kilogram. Jadi, ini kurang lebih sekitar seperatus efisiensinya,” kata Arif usai peninjauan.

Selain Dumakron, BRIN juga memanfaatkan drone yang dilengkapi teknologi Thermal dan Light Detection and Ranging (LiDAR). Teknologi ini digunakan untuk memetakan kondisi lapangan, termasuk membantu memantau perkembangan kebakaran hutan dan lahan.

Penggunaan drone tersebut dilanjutkan dengan proses verifikasi dan validasi hasil survei. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara data hasil pengamatan dengan kondisi aktual di lapangan. Data yang diperoleh selanjutnya menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar pengembangan riset dan teknologi penanganan karhutla.

“Saya dan Pak Menteri Kehutanan intensif melakukan komunikasi untuk melangkah demi percepatan ini. Terima kasih kepada Pak Menteri yang telah bersama-sama menyiapkan misi BRIN untuk menyelesaikan masalah karhutla dengan beberapa teknologi seperti pemanfaatan drone Thermal dan LiDAR, terutama untuk menyelesaikan dan memantau bagaimana situasi perkembangan terkini kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.

Inovasi lainnya yang turut diterapkan adalah Singkong-APP Retardant. Teknologi ini dilaporkan telah diimplementasikan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan di Kecamatan Jabiren, Kalimantan Tengah.

Penerapan teknologi tersebut melibatkan personel Pusat Riset Kimia Molekuler dari Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) BRIN. Pemanfaatan bahan berbasis singkong ini menjadi salah satu alternatif inovasi yang dikembangkan untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran.

Tak hanya BRIN dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Arif mengatakan, BRIN juga bersama-sama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI AU, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dan Universitas Palangka Raya terus berkoordinasi menuntaskan masalah karhutla.

Ia juga menegaskan, bahwa BRIN mendukung penuh riset yang dilakukan Universitas Palangka Raya, yang tengah mengembangkan riset teknologi penanganan kebakaran di lahan gambut. 

“Ini merupakan komitmen Bapak Presiden RI untuk menuntaskan masalah karhutla. Ini selalu dimonitor oleh Bapak Presiden setiap saat perkembangannya dan beliau juga memerintahkan BRIN untuk segera melakukan langkah dalam rangka pengembangan teknolofi di lapangan,” ujarnya. (Sumber: brin.go.id)

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu" Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *