Teknologi AI dan IoT Dorong Transformasi Pertanian Cerdas di Indonesia

Loading

TechnologyIndonesia.id – Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) membuka peluang besar bagi pengembangan smart farming di Indonesia. Integrasi sensor, otomasi, dan analisis data memungkinkan sektor pertanian melakukan pemantauan secara lebih akurat sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Peluang tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam webinar yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) pada Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting itu membahas perkembangan dan penerapan AI serta IoT untuk mendukung pertanian cerdas.

Sektor pertanian merupakan salah satu penopang perekonomian sekaligus ketahanan pangan nasional. Namun, pengembangannya masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan lahan, perubahan iklim, kebutuhan efisiensi sumber daya hingga persoalan regenerasi petani.

Kepala Pusat Riset Mekatronika Cerdas BRIN, Prof. Yanuandri Putrasari, perkembangan teknologi AI dan IoT menjadi peluang penting untuk mendorong penerapan teknologi cerdas di sektor pertanian.

Integrasi teknologi tersebut dapat mendukung pemantauan kondisi pertanian secara lebih efektif serta membantu menghasilkan informasi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.

“Pemanfaatan AI dan IoT dalam smart farming menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem pertanian yang lebih cerdas dan adaptif. Melalui integrasi sensor, otomasi, dan analisis data, teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung efisiensi serta meningkatkan kualitas pengelolaan pertanian,” ujarnya.

Dalam konsep tersebut, IoT memungkinkan pemantauan kondisi lahan, tanaman, dan lingkungan secara real-time melalui jaringan sensor terdistribusi.

“Sementara itu, AI dapat mengolah data yang dihasilkan menjadi informasi dan rekomendasi untuk mendukung pengambilan keputusan, seperti prediksi hasil panen, deteksi hama dan penyakit, serta optimasi irigasi dan pemupukan,” jelas Yanuandri.

Integrasi AI dan IoT menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong transformasi pertanian konvensional menuju pertanian presisi (precision agriculture) yang lebih adaptif terhadap dinamika lingkungan dan kebutuhan pengelolaan usaha tani.

Bahas Nanobubbles hingga Computer Vision

Webinar BRIN tersebut menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif berbeda dalam pengembangan teknologi pertanian cerdas.

Narasumber pertama, Andri Prima Nugroho, dosen dan peneliti Universitas Gadjah Mada, menyampaikan materi mengenai “Translating Plant Physiological Insights into Smart Farming Decisions: An AI- and IoT-Enabled Precision Agriculture Approach.

Selanjutnya, Hanif Fakhrurroja, peneliti Pusat Riset Mekatronika Cerdas BRIN, membahas “Transformasi Teknologi Media Tanam melalui Nanobubbles, IoT, AI, dan Data Analytics.”

Sementara itu, Muhtadan, peneliti Pusat Riset Mekatronika Cerdas BRIN, menyampaikan materi “Computer Vision & Edge AI untuk Smart Farming Industrial di Indonesia.”

Ketiga materi tersebut memberikan gambaran mengenai berbagai pendekatan teknologi untuk mendukung pertanian cerdas, mulai dari pemanfaatan data fisiologis tanaman, pengembangan media tanam, hingga penggunaan computer vision dan edge AI dalam sistem smart farming.

Perkuat Kolaborasi Teknologi Pertanian

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum untuk membahas perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi ruang bertemunya peneliti, akademisi, mahasiswa, praktisi pertanian, pengembang teknologi AI dan IoT, serta masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap inovasi instrumentasi cerdas.

Selain menjadi forum ilmiah untuk mendiskusikan peran dan inovasi AI dan IoT dalam smart farming, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai penerapan instrumentasi cerdas dalam sistem pertanian berbasis sensor dan otomasi.

Webinar juga menjadi ruang untuk memperluas jejaring kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang teknologi pertanian cerdas. Melalui kegiatan ini, BRIN mendorong penguatan pemanfaatan teknologi AI dan IoT dalam pengembangan pertanian cerdas sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas disiplin dan lintas institusi.

Hasil kegiatan diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai arah riset instrumentasi cerdas di bidang pertanian serta mendukung pengembangan teknologi pertanian yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu" Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *