![]()
TechnologyIndonesia.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Permodalan Nasional Madani (PNM) terus mengawal proses kebangkitan Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Berbagai langkah strategis dikerahkan untuk mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi basah yang melanda November 2025.
Komitmen itu dibuktikan dengan pendampingan melalui Program Klasterisasi Olahan Pinang Salareh Aia pada Kamis (13/8/2026). Para penyintas di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan kini dibekali keterampilan untuk memulihkan ekonomi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana, perwakilan PNM, perwakilan Pemerintah Kabupaten Agam dan kelompok penyintas yang kini berjuang menjadi pelaku usaha mandiri.
Program merupakan langkah awal yang diharapkan menjadi jembatan bagi masyarakat untuk mempunyai pelaku usaha baru yang terampil dan produktif. Ke depan, produk olahan pinang karya masyarakat Salareh Aia diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan peninjauan langsung terhadap proses pengolahan pinang yang dilakukan oleh salah satu usaha milik warga yang telah berhasil. Usaha ini nantinya diharapkan bisa dijadikan contoh dan motivasi bagi warga Salareh Aia lainnya.
Pendampingan klaster olahan pinang Salareh Aia, diharapkan menjadi contoh. Bahwa setelah bencana, kita tidak hanya membangun kembali rumah, tapi juga membangun ekonomi.
Dengan gotong royong BNPB, PNM, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, potensi pinang lokal akan diangkat kelasnya. Dari komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah yang menggerakkan roda ekonomi masyarakat dan ini bisa jadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat.
BNPB bersama seluruh pihak berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat Salareh Aia, agar pemulihan tidak berhenti di infrastruktur, tetapi juga berlanjut pada kemandirian ekonomi.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan, kapasitas produksi, sekaligus membuka peluang pemasaran produk olahan pinang yang dikembangkan masyarakat. Sehingga bisa menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat.

