BRIN Padukan Rehabilitasi Mangrove dan IoT untuk Lindungi Tambak Pesisir dari Abrasi

Loading

TechnologyIndonesia.id – Abrasi pantai menjadi ancaman serius bagi kawasan pesisir Indonesia. Selain mengikis garis pantai dan menghilangkan daratan, fenomena ini juga mengancam keberlangsungan tambak budidaya yang menjadi sumber penghasilan utama masyarakat pesisir.

Menjawab tantangan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Pancasakti Tegal mengembangkan inovasi yang menggabungkan rehabilitasi ekosistem mangrove dengan teknologi Internet of Things (IoT). Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan tambak sekaligus menjaga produktivitas budidaya perikanan secara berkelanjutan.

Penelitian dilakukan di kawasan pesisir Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang selama beberapa tahun terakhir mengalami kerusakan akibat abrasi. Hasil riset menunjukkan bahwa perpaduan antara rehabilitasi mangrove dan sistem pemantauan kualitas air berbasis IoT mampu meningkatkan ketahanan tambak sekaligus menjaga produktivitas budidaya.

Peneliti Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) BRIN, Alin Fithor menjelaskan bahwa keberadaan mangrove berperan penting dalam memperbaiki kualitas habitat pesisir sehingga mendukung keberlanjutan sektor perikanan.

“Keberadaan mangrove dapat memperbaiki kualitas habitat sehingga produktivitas perikanan berlangsung lebih berkelanjutan. Namun, menjaga mangrove saja belum cukup karena tambak di wilayah pesisir masih menghadapi perubahan kualitas air akibat pasang surut, intrusi air laut, dan perubahan cuaca yang sulit diprediksi,” ujar Alin pada Selasa (14/7/2026).

IoT Pantau Kualitas Air Tambak Secara Real Time

Untuk mengantisipasi perubahan kualitas air, tim peneliti mengembangkan sistem pemantauan berbasis sensor IoT yang memanfaatkan teknologi LoRa dan Arduino Weather Station.

Sensor tersebut mengukur parameter penting seperti suhu dan tingkat keasaman (pH) air, kemudian mengirimkan data secara real time kepada pengguna sehingga petambak dapat segera mengambil langkah penanganan apabila terjadi perubahan kualitas air.

Berdasarkan hasil pengujian, sistem mampu memantau kualitas air secara akurat dengan kisaran pH 7,96-8,31 dan suhu 29,25-29,87°C, yang masih berada dalam kondisi ideal untuk pertumbuhan udang vaname.

Menurut Alin, pemanfaatan teknologi IoT tidak hanya meningkatkan efisiensi budidaya, tetapi juga berfungsi sebagai sistem peringatan dini terhadap perubahan lingkungan di kawasan pesisir yang rentan abrasi.

Pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan membantu mengurangi risiko kematian udang akibat perubahan kualitas air sekaligus meningkatkan produktivitas tambak.

Ia menambahkan bahwa penanganan abrasi tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik. Pemulihan ekosistem mangrove perlu berjalan beriringan dengan penerapan teknologi yang mendukung kemampuan masyarakat beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.

“Pendekatan ini menunjukkan bagaimana riset mampu menghadirkan solusi yang saling melengkapi. Rehabilitasi mangrove menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, sementara teknologi IoT memastikan aktivitas budidaya tetap produktif melalui pengelolaan kualitas air yang lebih presisi,” jelasnya.

Temuan tersebut membuka peluang penerapan model serupa di berbagai wilayah pesisir Indonesia yang menghadapi tantangan abrasi dan dampak perubahan iklim.

Melalui sinergi inovasi ekologis dan teknologi digital, BRIN bersama mitra menunjukkan bahwa kawasan pesisir yang terdampak abrasi dapat dipulihkan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. (Sumber: brin.go.id)

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu" Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *