BRIN Kukuhkan Lima Profesor Riset, Hadirkan Inovasi dari Koperasi hingga Kesehatan

Loading

TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional melalui pengukuhan lima Profesor Riset di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Lima Peneliti Ahli Utama yang dikukuhkan menjadi Profesor Riset adalah Johnny Walker Situmorang dari Pusat Riset Koperasi, Korporasi dan Ekonomi Kerakyatan; Hidayat dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air; Tri Marwati dari Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan; Umi Muawanah dari Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan; serta Wahyu Pudji Nugraheni dari Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi.

Berbagai gagasan yang disampaikan dalam orasi ilmiah para peneliti tersebut menawarkan solusi berbasis sains untuk menjawab tantangan pembangunan, mulai dari penguatan koperasi, pengelolaan sumber daya air, peningkatan mutu kakao, tata kelola perikanan, hingga pemerataan layanan kesehatan.

Penguatan Koperasi sebagai Motor Ekonomi Rakyat

Dalam acara pengukuhan profesor riset, Johnny Walker Situmorang menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Penguatan Kewirausahaan Koperasi Membangun Kedaulatan Ekonomi Rakyat untuk Mewujudkan Koperasi sebagai Sokoguru Perekonomian Indonesia”.

Johnny menyoroti belum optimalnya peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional meskipun amanat tersebut telah ditegaskan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Menurutnya, setelah delapan dekade kemerdekaan Indonesia, koperasi masih menghadapi berbagai tantangan kelembagaan yang menyebabkan kontribusinya terhadap perekonomian belum maksimal.

Melalui konsep kewirausahaan koperasi, Johnny menawarkan pendekatan baru yang menempatkan koperasi tidak hanya sebagai badan usaha, tetapi juga sebagai institusi sosial yang mampu menjawab persoalan struktural ekonomi dan mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Kewirausahaan koperasi membangun model bisnis koperasi sebagai badan usaha yang berfungsi sosial sehingga koperasi dapat menjadi sokoguru perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Riset Hidrologi untuk Ketahanan Lingkungan

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, Hidayat menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Dinamika dan Mekanisme Sistem Hidrologi Lahan Basah Dataran Banjir Tropis”. Orasi tersebut merupakan refleksi atas perjalanan panjang risetnya dalam memahami sistem hidrologi lahan basah tropis, khususnya di kawasan Sungai Mahakam, Sungai Kapuas, dan Danau Sentarum.

Sebagai Profesor Riset Ilmu Perairan Bidang Hidrologi dengan kepakaran Hidrologi Air Permukaan, Hidayat menjelaskan bahwa lahan basah dan danau paparan banjir memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kawasan tersebut berfungsi sebagai penyimpan air alami, penunda puncak banjir, sekaligus penopang produktivitas biota perairan.

“Pemahaman terhadap dinamika hidrologi lahan basah menjadi dasar penting bagi pengelolaan sumber daya air yang lebih adaptif dan restorasi ekosistem yang berkelanjutan,” jelasnya.

Inovasi Fermentasi Kakao

Pada bidang teknologi pangan, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan, Tri Marwati mengangkat tema “Menjawab Tantangan Mutu dan Nilai Tambah Kakao Indonesia: Inovasi Fermentasi Berbasis Bakteri Asam Laktat Lokal”.

Melalui riset yang konsisten di bidang teknologi pascapanen dan mikrobiologi pangan, ia mengembangkan teknologi fermentasi biji kakao terkontrol berbasis bakteri asam laktat lokal. Inovasi tersebut mencakup isolasi dan seleksi kultur starter, pengendalian jamur penghasil mikotoksin, peningkatan mutu dan cita rasa cokelat, hingga pengembangan cokelat probiotik.

Menurutnya, pendekatan ini berhasil mentransformasi proses fermentasi kakao yang sebelumnya berlangsung secara spontan menjadi sistem yang lebih terkontrol, aman, dan menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

“Pemanfaatan bakteri asam laktat lokal membuka peluang besar bagi peningkatan daya saing kakao Indonesia di pasar global sekaligus menghasilkan produk pangan yang lebih berkualitas dan aman,” ungkap Tri.

Tata Kelola Perikanan Berkeadilan

Selanjutnya, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan, Umi Muawanah, menyampaikan orasi berjudul “Tata Kelola Perikanan Berkeadilan: Integrasi Ekonomi, Hak Ulayat, dan Konservasi”. Umi menekankan bahwa pengelolaan sektor perikanan Indonesia harus mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.

Melalui pendekatan sosial ekonomi perikanan, ia menawarkan konsep tata kelola yang menitikberatkan pada distribusi manfaat yang adil, penerapan instrumen pengelolaan berbasis sains melalui model bioekonomi dan Maximum Economic Yield, serta penguatan konservasi berbasis komunitas melalui pengakuan hak ulayat dan skema co-management.

Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik kelembagaan lokal seperti Sasi Laut, Awig-awig, Panglima Laot, dan Mane’e mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat, mengurangi konflik, menjaga keberlanjutan sumber daya ikan, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Tata kelola perikanan yang berkeadilan merupakan fondasi penting bagi pembangunan ekonomi biru Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Umi.

Kolaborasi untuk Pemerataan Layanan Kesehatan

Sementara itu, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Wahyu Pudji Nugraheni, menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Optimalisasi Kemitraan Pemerintah dengan Swasta dalam Mempercepat Ekuitas Akses Layanan Kesehatan di Indonesia”.

Melalui berbagai penelitian yang dilakukan, ia menemukan bahwa penguatan pembiayaan kesehatan, digitalisasi layanan, serta kemitraan yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah mampu meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan secara signifikan.

Temuan tersebut menjadi landasan ilmiah bagi pengembangan sistem kesehatan nasional yang lebih inklusif dan berkeadilan dalam mendukung keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional.

“Kolaborasi yang terencana dan berbasis kebutuhan daerah menjadi kunci untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas,” ujarnya.

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu" Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *