Teknologi Faspol BRIN Siap Direplikasi di Lima Lokasi di Kendal, Ubah Sampah Plastik Jadi Energi

Loading

TechnologyIndonesia.id – Penanganan sampah plastik masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah di Indonesia. Di sisi lain, kebutuhan energi terus meningkat. Menjawab dua persoalan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan inovasi teknologi yang mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif.

Melalui teknologi Fast Pyrolysis Multikondensor (Faspol) Generasi 5, BRIN menunjukkan bagaimana hasil riset dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Teknologi ini kini telah diterapkan di TPS 3R Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dan bahkan direncanakan untuk direplikasi di beberapa lokasi lain.

Faspol Generasi 5 merupakan teknologi pirolisis multikondensor yang dirancang untuk mengolah sampah plastik bernilai rendah atau low value plastic. Jenis sampah ini selama ini menjadi persoalan karena sulit didaur ulang dan sering kali berakhir di tempat pembuangan akhir.

Ketua Tim Pengembang Teknologi Faspol sekaligus Peneliti BRIN, Tri Martini menjelaskan bahwa teknologi ini mengintegrasikan proses pirolisis dan destilasi dalam satu sistem sehingga menghasilkan bahan bakar cair secara lebih efisien.

“Mesin ini bukan pirolisis biasa, tetapi menggabungkan proses pirolisis dan destilasi secara bersamaan. Dengan teknologi ini, sampah plastik low value yang selama ini menjadi masalah dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif,” jelasnya.

Menurut Tri, Faspol mampu mengolah sekitar 50 kg sampah plastik menjadi 90–95% bahan bakar cair berupa crude oil. Produk tersebut selanjutnya dapat ditingkatkan kualitasnya melalui proses lanjutan hingga menjadi Petasol (PE Terobosan Alternatif Setara Solar) yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.

Solusi Energi untuk Daerah Terpencil

Teknologi hasil riset BRIN tersebut mendapat perhatian khusus saat dikunjungi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq. Bersama Anggota Dewan Pengarah BRIN, Pemkab Kendal, Pemprov Jawa Tengah, dan Pertamina Foundation, ia menghadiri peluncuran program pengelolaan sampah terpadu serta PF Science 2026, Kamis (11/6/2026).

Hanif menilai Faspol Generasi 5 merupakan terobosan yang mampu menjawab kebutuhan energi, terutama di wilayah terpencil dan daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses energi.

Menurutnya, teknologi ini menunjukkan bahwa sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Inovasi ini menunjukkan bahwa sampah dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai dan mendukung kemandirian energi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kesiapan teknologi yang dikembangkan BRIN karena telah didukung oleh data pengujian yang komprehensif, termasuk aspek emisi yang selama ini menjadi perhatian utama dalam penerapan teknologi termal untuk pengelolaan sampah.

“Ini menjadi aspek penting karena persoalan emisi sering menjadi tantangan dalam penerapan teknologi termal untuk pengelolaan sampah,” tegas Hanif.

Bukti Nyata Hilirisasi Riset Nasional

Anggota Dewan Pengarah BRIN, Tri Mumpuni menegaskan bahwa teknologi Faspol merupakan contoh nyata bagaimana riset dapat dihilirisasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Teknologi seperti ini menjadi solusi atas dua tantangan sekaligus, yaitu persoalan sampah dan kebutuhan energi. Inilah bentuk hilirisasi yang ingin terus didorong BRIN,” ujarnya.

Senada, Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menyampaikan bahwa Faspol merupakan salah satu inovasi unggulan penerima program PF Science 2025 yang berhasil mencapai tahap implementasi di masyarakat.

“Yang kami dorong bukan hanya ide atau hasil penelitian, tetapi bagaimana inovasi tersebut benar-benar diterapkan dan memberikan manfaat nyata. Teknologi Petasol ini membuktikan bahwa riset dapat menghadirkan solusi konkret bagi persoalan lingkungan sekaligus mendukung kemandirian energi masyarakat,” katanya.

Kendal Siapkan Replikasi di Lima Lokasi

Pemerintah Kabupaten Kendal melihat potensi besar dari teknologi ini. Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengapresiasi kolaborasi BRIN dan Pertamina Foundation dalam menghadirkan solusi inovatif untuk pengelolaan sampah.

Menurutnya, teknologi pirolisis menawarkan pendekatan strategis untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi yang memiliki nilai ekonomi. Sebagai tindak lanjut, Pemkab Kendal berencana mereplikasi teknologi Faspol di lima lokasi lain yang saat ini menghadapi kondisi darurat sampah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi daerah dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi dan mendukung target pembangunan berkelanjutan. (Sumber: brin.go.id)

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu" Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *