Bimtek Produksi Benih Padi Hibrida

Jakarta, Technology-Indonesia.com – Salah satu faktor penentu keberhasilan mitra lisensi dalam mengembangkan padi hibrida adalah ketrampilan dalam memproduksi benih yang dilisensi. Mulai bulan Agustus 2020, CV SEMI Grobogan menjadi salah satu mitra lisensi untuk pengembangan benih padi hibrida HIPA 18. Sebagai mitra yang nantinya menjadi garda pertama penyediaan benih, maka pengetahuan dan ketrampilan mengenai produksi benih padi hibrida harus dikuasai dengan baik.

Kegiatan ini dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan pertanaman di lapangan sebagai materi praktikum. Materi yang disampaikan oleh para Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) di kelas antara lain: perakitan padi hibrida, budidaya, pengelolaan hama dan penyakit, sampai dengan pasca panen dan prosesing benih hibrida serta sertifikasi benih padi hibrida.

Adapun di lapangan, para peserta mendapatkan informasi mengenai pengenalan morfologi tetua padi hibrida, sinkronisasi pembungaan, polinasi buatan, aplikasi GA3, roguing fase vegetatif hingga menjelang panen.

Pada setiap kegiatan baik di kelas maupun di lapangan, para peserta didorong untuk aktif menggali informasi dari narasumber terkait kegiatan yang dilakukan, permasalahan, dan solusi yang ditawarkan. Sehingga diharapkan usai kegiatan Bimtek ini, peserta langsung dapat melakukan produksi benih skala komersial.

Sejak September 2020, CV SEMI telah melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) Produksi Benih Padi Hibrida yang diadakan oleh Taman Sains dan Teknologi (TST) Padi. Mulai dengan pengenalan tentang padi hibrida baik galur-galur tetua maupun F1 nya serta proses perakitannya disajikan oleh Dr. Satoto.

Materi pengendalian hama dan penyakit Terpadu  dijabarkan secara detail oleh Dr. Rahmini. Adapun pengelolaan tanaman terpadu untuk produksi benih dan budidaya padi hibrida dijelaskan dengan gamblang oleh Dr. Zuziana Susanti.

Selanjutnya pada bulan Oktober 2020, CV SEMI kembali mempelajari detail tentang produksi benih padi hibrida. Ulasan terkait prediksi umur berbunga dan sinkronisasi pembungaan disampaikan oleh Dr. Indrastuti A. Rumanti termasuk upaya yang dapat dilakukan apabila pada pertanaman produksi benih terjadi ketidaksinkronan pembungaan pada tahap awal.

Salah satu metode yang diaplikasikan untuk meningkatkan sinkronisasi bunga adalah dengan menggunakan GA3, dan materi ini dikupas tuntas oleh Nita Kartina, M.Si. dalam pemaparannya.

Kegiatan Bimtek Produksi Benih Padi Hibrida tahap akhir telah dilaksanakan pada 11-12 November 2020 di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), Sukamandi. Kegiatan pasca panen dan prosesing benih padi hibrida dijelaskan oleh Sudibyo TW Utomo, MP serta upaya untuk sertifikasi dan standarisasi mutu benih padi hibrida dipaparkan oleh Dr. Aris Hairmansis selaku manajer representatif UPBS BB Padi.

Sebagai bagian dari penutupan rangkaian agenda Bimtek padi hibrida ini, Antony selaku Direktur CV SEMI menyampaikan terimakasih atas berbagai informasi yang telah diberikan dan mengharapkan BB Padi untuk dapat terus mengawal dan melakukan pendampingan produksi benih yang akan mereka mulai lakukan di MT 1 2021 nanti.

Melalui kerjasama pengembangan ini, diharapkan varietas padi hibrida HIPA 18 dapat semakin luas dikenal oleh masyarakat serta dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi seluruh lapisan pengguna teknologi ini. (Sumber BB Padi)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author