ShopeePay Unggul dalam Riset E-Wallet 2026, QRIS Jadi Penentu Pilihan Konsumen

TechnologyIndonesia.id – Penggunaan dompet digital (e-wallet) semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Selain menawarkan kemudahan dalam bertransaksi, layanan pembayaran digital juga memberikan fleksibilitas dan beragam keuntungan, mulai dari cashback, potongan harga, hingga biaya transfer yang lebih hemat.

Seiring dengan perkembangan tersebut, riset terbaru MarkPlus menunjukkan bahwa QRIS menjadi fitur dompet digital yang paling banyak digunakan, sementara aplikasi ShopeePay menempati posisi teratas dalam frekuensi penggunaan dan rekomendasi konsumen.

Temuan tersebut terungkap dalam riset “E-Wallet Research 2026: Usage Behavior & QRIS Landscape” yang melibatkan 400 responden di berbagai kota di Indonesia. Riset ini memetakan perilaku penggunaan dompet digital, preferensi konsumen terhadap fitur pembayaran, serta faktor yang memengaruhi pemilihan layanan keuangan digital.

Salah satu temuan pentingnya adalah 90,3% responden telah menggunakan dompet digital selama lebih dari dua tahun. Angka ini menunjukkan bahwa pembayaran digital telah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat, sekaligus menandakan semakin matangnya pengalaman konsumen dalam memanfaatkan layanan tersebut.

Di tengah kondisi itu, persaingan penyedia e-wallet tidak lagi semata-mata bergantung pada kecepatan transaksi. Konsumen juga mempertimbangkan manfaat finansial, seperti cashback, potongan harga, dan biaya transfer yang lebih terjangkau.

ShopeePay Paling Sering Digunakan dan Direkomendasikan

Berdasarkan riset MarkPlus, aplikasi ShopeePay menempati peringkat pertama sebagai dompet digital yang paling sering digunakan responden, dengan persentase 40%. Posisi berikutnya ditempati GoPay sebesar 34,3%, DANA 15,3%, dan OVO 1,8%.

Keunggulan ShopeePay juga terlihat pada indikator rekomendasi konsumen. Sebanyak 38% responden memilih ShopeePay sebagai dompet digital yang paling mereka rekomendasikan kepada orang lain. GoPay berada di posisi kedua dengan 35,5%, diikuti DANA sebesar 13,8%, LinkAja 2,5%, dan OVO 1,8%.

Chief Marketing Officer MarkPlus Corp (MCorp) Yosanova Savitry mengatakan bahwa seiring dengan semakin eratnya penggunaan dompet digital dalam kehidupan sehari-hari, ekspektasi konsumen juga terus berkembang. Kemudahan dan kecepatan transaksi tetap menjadi faktor penting, tetapi konsumen juga mengharapkan fleksibilitas layanan serta manfaat finansial nyata yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Bagi para penyedia dompet digital, memahami perubahan preferensi tersebut dan secara konsisten menghadirkan pengalaman transaksi yang relevan, mudah diakses, dan menguntungkan menjadi kunci untuk tetap kompetitif sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen,” kata Yosanova dalam konferensi pers MCorp Industry Update yang digelar secara daring pada Jumat (23/10/2026).

QRIS Menjadi Fitur E-Wallet Paling Populer

Riset MarkPlus menunjukkan bahwa pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi fitur dompet digital yang paling banyak digunakan. Sebanyak 85,3% responden memanfaatkan QRIS untuk bertransaksi.

Fitur lain yang banyak digunakan adalah transfer uang ke rekening bank atau sesama dompet digital sebesar 77,3%, belanja daring 70,8%, serta pembelian produk digital 69%. Temuan ini mencerminkan ragam kebutuhan transaksi yang dipenuhi melalui dompet digital, baik secara online maupun offline.

Bagi responden yang sering menggunakan QRIS, kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi pertimbangan utama dalam memilih dompet digital, dengan persentase 80,8%. Faktor berikutnya adalah luasnya jaringan merchant sebesar 54,4% serta promosi dan cashback sebesar 51,3%.

Preferensi ini menunjukkan pentingnya pengalaman pembayaran yang praktis dan menguntungkan dalam berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari.

Pada indikator merek dompet digital yang pertama kali terlintas dalam benak responden untuk transaksi QRIS (top of mind), aplikasi ShopeePay menempati posisi pertama dengan persentase 37,7%, diikuti GoPay (35,5%) dan DANA (17,8%).

Hal ini juga tercermin dari perilaku penggunaan konsumen, di mana aplikasi ShopeePay menjadi dompet digital yang paling sering digunakan untuk transaksi QRIS (40,5%) di antara responden yang sering menggunakan QRIS, disusul GoPay (32,6%) dan DANA (16,1%).

Yosanova mengatakan bahwa seiring dengan semakin luasnya penggunaan QRIS sebagai fitur dompet digital yang paling banyak digunakan, konsumen juga semakin membutuhkan fleksibilitas dalam bertransaksi. Riset MarkPlus menunjukkan bahwa 30% responden yang sering menggunakan QRIS mempertimbangkan ketersediaan berbagai pilihan sumber dana saat memilih dompet digital.

“Temuan ini menjadi peluang bagi penyedia layanan untuk menjawab kebutuhan pembayaran yang semakin beragam dengan memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen, tanpa mengurangi kemudahan dan kepraktisan transaksi,” ujar Yosanova.

Transfer Digital: Kemudahan dan Biaya Tetap Jadi Pertimbangan

Selain QRIS, transfer uang menjadi salah satu kebutuhan utama pengguna dompet digital. Sebanyak 77,3% responden menyatakan menggunakan e-wallet untuk mengirim uang ke rekening bank maupun sesama dompet digital.

Bagi konsumen yang rutin melakukan transfer, layanan yang praktis, cepat, dan minim biaya administrasi dapat membantu pengelolaan keuangan sehari-hari menjadi lebih mudah dan hemat.

Riset MarkPlus juga memetakan preferensi platform untuk transaksi transfer dana. Aplikasi ShopeePay mencatat frekuensi penggunaan tertinggi di antara responden (41,8%), diikuti GoPay (33,7%) dan DANA (17,7%).

Tingginya penggunaan layanan transfer menunjukkan bahwa manfaat dompet digital tidak hanya terbatas pada pembayaran di merchant, tetapi juga membantu masyarakat mengelola berbagai kebutuhan keuangan sehari-hari.

Bagi penyedia layanan, menghadirkan transfer yang praktis dan terjangkau menjadi salah satu langkah penting dalam memenuhi kebutuhan finansial konsumen yang semakin beragam.

Produk Digital dan Harga Kompetitif

Dompet digital juga menjadi pilihan untuk membeli berbagai produk digital, seperti pulsa, paket data, dan token listrik. Berdasarkan riset MarkPlus, sebanyak 69% responden menggunakan dompet digital untuk kebutuhan tersebut.

Harga yang kompetitif menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih platform pembelian produk digital, dengan persentase 65,6%. Selain harga, kemudahan penggunaan dan kecepatan transaksi turut memengaruhi pengalaman konsumen.

Pada kategori pembelian produk digital, aplikasi ShopeePay menjadi dompet digital yang paling sering digunakan oleh responden (39,5%). Temuan ini juga menunjukkan bagaimana konsumen semakin mempertimbangkan harga dan kemudahan penggunaan dalam memilih layanan untuk memenuhi kebutuhan produk digital sehari-hari.

Promosi Menjadi Daya Tarik

Di tengah persaingan dompet digital, promosi tetap menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian konsumen. Penawaran berupa cashback, gratis biaya transfer, dan potongan harga dapat memberikan keuntungan langsung sekaligus mendorong penggunaan layanan.

Yosanova menyebutkan bahwa promosi tetap menjadi salah satu faktor penting dalam menarik minat konsumen menggunakan dompet digital. Namun, manfaat jangka panjangnya terletak pada seberapa relevan dan berguna penawaran tersebut dalam transaksi sehari-hari.

“Seiring dengan semakin selektifnya konsumen dalam memilih dompet digital, penyedia layanan perlu menghadirkan manfaat lebih dari sekadar promosi sesaat, melalui penghematan yang konsisten serta layanan yang praktis dan dapat diandalkan. Hal ini akan semakin penting dalam mendorong penggunaan rutin dan membangun preferensi konsumen yang berkelanjutan,” ujar Yosanova.

Dalam lanskap persaingan tersebut, riset MarkPlus mengungkapkan bahwa aplikasi ShopeePay menempati posisi pertama sebagai dompet digital yang dinilai paling banyak menawarkan promosi (56,8%), diikuti GoPay (33,5%), DANA (4,8%), dan OVO (2,0%).

Penggunaan Kredit Digital Turut Menguat

Selain mengkaji pembayaran dan preferensi penggunaan dompet digital, riset MarkPlus juga memetakan penggunaan layanan kredit digital di antara responden. Secara keseluruhan, sekitar 86,5% responden menyatakan pernah menggunakan fitur kredit digital, dengan 90,8% di antaranya pernah menggunakan PayLater.

Di antara pengguna PayLater, SPayLater menjadi layanan Buy Now Pay Later (BNPL) yang paling banyak digunakan, dengan persentase sebesar 77,4%.

Secara keseluruhan, hasil riset ini memberikan gambaran mengenai berbagai layanan keuangan digital yang digunakan responden serta faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam memilih dompet digital. Bagi para penyedia layanan, pemahaman terhadap perilaku dan kebutuhan konsumen dapat menjadi referensi untuk terus mengembangkan pengalaman transaksi yang praktis, dapat diandalkan, dan memberikan manfaat lebih.

Yosanova mengatakan bahwa seiring dengan semakin matangnya penggunaan pembayaran digital di Indonesia, para penyedia dompet digital perlu tidak hanya berfokus pada menarik pengguna baru, tetapi juga memberikan alasan dan manfaat yang relevan agar konsumen terus menggunakan layanan mereka.

“Hal ini membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai beragam kebutuhan konsumen dalam transaksi sehari-hari, serta kemampuan menghadirkan pengalaman yang praktis, dapat diandalkan, dan terjangkau,” tutur Yosanova.

Menurutnya, penyedia layanan yang mampu memberikan manfaat tersebut secara konsisten akan memiliki peluang lebih besar untuk membangun kepercayaan, mendorong keterlibatan pengguna dalam jangka panjang, sekaligus mendukung perkembangan ekosistem pembayaran digital Indonesia.

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu" Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *