TechnologyIndonesia.id – NVIDIA bersama Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci dan sejumlah mitra produsen desktop serta laptop menggelar RTX AI PC Day untuk mendorong kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kegiatan ini memperkenalkan pemanfaatan teknologi AI PC untuk mendukung produktivitas, kreativitas, riset, pengembangan aplikasi, hingga kebutuhan gaming.
Dalam kegiatan tersebut, NVIDIA berkolaborasi dengan Acer, ASUS, Axioo, Colorful, Gainward, GIGABYTE, HP, INNO3D, Lenovo, MSI, Palit, dan ZOTAC GAMING. Kolaborasi ini bertujuan memperluas pemahaman mahasiswa mengenai potensi komputasi berbasis GPU dalam proses belajar dan pengembangan inovasi di lingkungan perguruan tinggi.
Melalui RTX AI PC Day, NVIDIA mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu membangun solusi digital. Mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan gagasan menjadi riset, aplikasi, dan solusi yang berpotensi menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
Dukungan teknologi GeForce RTX 50 Series Laptop GPUs memungkinkan mahasiswa menjalankan perangkat lunak Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), mengembangkan model AI, memproses data, menciptakan konten digital, hingga membangun aplikasi dengan lebih efisien.
GeForce RTX GPUs dirancang untuk era AI dengan Tensor Cores khusus yang mempercepat berbagai AI workloads. Ekosistem RTX AI PC juga mendukung lebih dari 1000 aplikasi dan game berbasis AI, mencakup produktivitas, pengembangan aplikasi, desain 3D, produksi video, live streaming, generative AI, dan gaming. Pemrosesan AI secara lokal membantu meningkatkan responsivitas sekaligus menjaga data tetap berada di perangkat pengguna.
GeForce Campus Leaders
Sebagai bagian dari inisiatif pengembangan talenta muda, NVIDIA menghadirkan program GeForce Campus Leaders di UPH. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa terpilih untuk mengembangkan proyek yang menunjukkan bagaimana akselerasi AI dan komputasi GPU dapat membantu menjawab tantangan nyata di berbagai bidang.
Cakupan pengembangan proyek tersebut meliputi kesehatan, ilmu komputer, pertanian, hingga produk digital. Dalam pelaksanaan program GeForce Campus Leaders di UPH, NVIDIA bekerja sama dengan Acer untuk mendukung kebutuhan komputasi mahasiswa.
Mahasiswa terpilih menerima masing-masing satu unit laptop Acer yang ditenagai NVIDIA GeForce RTX 50 Series Laptop GPU. Perangkat tersebut diharapkan dapat menunjang pengembangan proyek, mulai dari tahap riset dan eksperimen hingga pembuatan prototipe.

Head of Marketing Acer Indonesia, Fransisca Maya, mengatakan penguasaan AI perlu dibangun melalui pengalaman langsung dalam bereksperimen, menciptakan karya, dan memecahkan masalah.
“Melalui dukungan perangkat berperforma tinggi bagi GeForce Campus Leaders di UPH, kami berharap semakin banyak talenta muda Indonesia berani mengeksplorasi teknologi dan melahirkan solusi berbasis AI yang dapat menghadirkan kehidupan yang lebih baik,” ujar Fransisca Maya di acara NVIDIA RTX AI PC Day Back to School Campaign di Kampus UPH Karawaci, Rabu (14/10/2026).
“Kami ingin mendukung mereka bukan hanya agar siap memasuki dunia industri, tetapi juga agar tumbuh sebagai inventor yang ikut membentuk masa depan,” imbuhnya.
Perluas Edukasi dan Inovasi AI
Universitas Pelita Harapan menyambut kolaborasi tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi dan inovasi AI di lingkungan kampus. Pemanfaatan teknologi ini dinilai perlu diimbangi dengan pemahaman teori, penguasaan kompetensi, dan kemampuan mengembangkan solusi secara mandiri.
Executive Dean of College of Emerging Science UPH, Rizaldi Sistiabudi mengapresiasi kolaborasi NVIDIA melalui RTX AI Day yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi AI secara lebih mendalam, sekaligus mendorong edukasi dan inovasi di lingkungan kampus.
“Bagi kami, AI bukanlah jalan pintas, melainkan teknologi yang dapat memperkuat kompetensi, pemahaman teori, dan keahlian yang telah dimiliki seseorang,” ujar Rizaldi.

Melalui dukungan teknologi seperti NVIDIA RTX AI PC, terangnya, mahasiswa dapat mempercepat proses riset, mengembangkan ide, serta menghasilkan karya dengan kualitas yang semakin mendekati standar industri.
“Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga memahami dan memanfaatkannya untuk menciptakan solusi inovatif lintas disiplin ilmu,” ujar Rizaldi.
Tiga Mahasiswa UPH Kembangkan Prototipe Berbasis AI
Tiga mahasiswa Universitas Pelita Harapan mempresentasikan hasil pengembangan proyek terkait segmentasi polip, komputasi paralel, hingga deteksi hama. Ketiga proyek tersebut memperlihatkan bagaimana AI PC mendukung proses pengembangan di berbagai bidang ilmu.
Richie Cedrick Adrian memanfaatkan laptop Predator Helios 18 AI dengan GeForce RTX 5090 untuk mendukung riset segmentasi polip. Dalam proyek ini, performa GPU, kapasitas VRAM yang besar, dan Tensor Cores membantu mempercepat proses pelatihan (training) serta pengujian (testing) model AI.
Dukungan komputasi tersebut memungkinkan Richie menjalankan eksperimen dengan lebih efisien sekaligus memusatkan perhatian pada pengembangan metode dan evaluasi hasil riset.
Kebutuhan komputasi intensif juga menjadi bagian dari proyek Annabel Kineta Jovinne Caron. Mahasiswi Informatika ini menggunakan Predator Helios Neo 16 AI GeForce RTX 5070 untuk menjalankan komputasi paralel dan algoritma graf berbasis CUDA, termasuk parallel benchmark dan kalkulasi matriks berskala besar.
Performa yang stabil serta desain perangkat yang ringkas turut mendukung mobilitasnya dalam mengembangkan proyek tersebut.
Penerapan AI untuk menjawab kebutuhan praktis diperlihatkan oleh Bryan Daniel Angelino dari program studi Sistem Informasi melalui pengembangan SIPETIK, sistem deteksi hama berbasis YOLOv8.
Dengan Predator Triton 14 AI GeForce RTX 5070, Bryan dapat mempercepat proses training dan inference untuk mendukung deteksi hama secara real-time. Desain perangkat yang ringkas juga memudahkannya menjalankan aktivitas riset dan pengembangan produk.

Paparan ketiga mahasiswa tersebut memberikan gambaran konkret tentang peran AI PC sebagai perangkat pengembangan lintas disiplin. Kemampuan menjalankan komputasi AI secara lokal membantu mahasiswa mempercepat iterasi, menguji lebih banyak pendekatan, serta membawa gagasan dari tahap konsep menuju prototipe yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Selain mendukung pengembangan AI dan software STEM, GeForce RTX 50 Series Laptop GPUs memungkinkan mahasiswa menggunakan satu perangkat untuk berbagai kebutuhan.
Mereka dapat mempercepat fine-tuning model AI dan generative AI, menjalankan proses desain 3D dan rendering, mengedit video dengan berbagai AI effects, meningkatkan kualitas komunikasi melalui NVIDIA Broadcast, serta menikmati gaming dengan NVIDIA DLSS.
Melalui pendekatan ini, NVIDIA tidak hanya membantu mahasiswa memilih perangkat dengan performa yang sesuai, tetapi juga memperluas pemahaman tentang bagaimana AI PC dapat menjadi alat untuk belajar, mencipta, bereksperimen, dan membangun solusi baru.
Transformasi dari AI User Menjadi AI Builder
RTX AI Day merupakan bagian dari kegiatan tahunan NVIDIA yang menyambangi kampus-kampus pada periode sekitar September – Oktober untuk memperkenalkan perkembangan teknologi AI dan penerapannya kepada mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan mendorong transformasi mahasiswa dari sekadar pengguna AI (AI user) menjadi pengembang solusi berbasis AI (AI builder).
Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono mengatakan ahwa transformasi tersebut perlu dimulai sejak bangku kuliah agar mahasiswa tidak hanya memahami cara menggunakan AI, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menciptakan solusi atas berbagai persoalan nyata.
“Transformasi dari AI user menjadi AI builder perlu dimulai dari kampus. Kolaborasi dengan UPH dalam RTX AI PC Day menjadi sangat relevan karena kami ingin mendorong mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk tidak hanya menggunakan AI, tetapi juga membangun solusi inovatif,” ujar Adrian.

Menurutnya, untuk menjadi AI builder, langkah pertama bukan memilih teknologi AI yang ingin digunakan, melainkan mengidentifikasi masalah yang perlu diselesaikan. Setelah memahami masalah dan tujuan yang ingin dicapai, barulah seseorang dapat menentukan pendekatan AI, perangkat, dan model yang paling sesuai.
“AI builder adalah mereka yang mampu menggabungkan pemahaman terhadap suatu bidang, kemampuan teknis, serta kreativitas untuk membangun solusi yang memberikan manfaat nyata,” ujarnya.
Dengan dukungan teknologi NVIDIA RTX AI PC, mahasiswa dapat mengeksplorasi ide, memperkuat riset, mendukung kreativitas, dan mengembangkan solusi yang relevan bagi kebutuhan industri dan masyarakat.

